Banyak pencari kerja di Kota Bontang mengeluh karena sering kali merasa tidak dipanggil seleksi meskipun sudah memenuhi syarat dan merasa kualifikasi serta cocok dengan posisi yang dilamar. Daripada hanya mengeluh di tempat sekitar atau media sosial, Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Bontang kini membuka saluran aduan resmi bagi para pelamar kerja.
Abdu Safa Muha, Kepala Disnaker Bontang, menekankan bahwa pihaknya siap membantu menjembatani antara pelamar kerja dan perusahaan. Aduan dapat disampaikan melalui WhatsApp atau telepon tanpa perlu surat resmi. Dalam pertemuan langsung dengan Pranala.co, Kadisnaker didampingi oleh Lukmanul Hakim, Kabid Penempatan Tenaga Kerja, menyampaikan pentingnya pelamar kerja untuk melaporkan jika merasa terdapat ketidakjelasan dari proses seleksi yang dilakukan oleh perusahaan.
Menurut Lukmanul, banyak pelamar hanya diam tanpa melaporkan keluhan secara resmi. Padahal, setiap aduan yang disampaikan akan ditindaklanjuti, termasuk aduan yang diterima melalui pesan singkat. Disnaker Bontang berkomitmen untuk merespons setiap aduan yang masuk dan membuka dialog langsung dengan perusahaan jika diperlukan.
Lukmanul juga menyampaikan bahwa banyak pelamar kerja tidak paham mengapa mereka tidak lolos seleksi. Disnaker Bontang siap membantu menjembatani komunikasi antara pelamar dan perusahaan untuk klarifikasi. Meskipun hanya nama-nama pelamar yang lolos seleksi yang diumumkan, namun pihak Disnaker tetap terbuka untuk menjawab pertanyaan pelamar yang tidak lolos.
Abdu Safa menegaskan bahwa Disnaker Bontang bukan penentu siapa yang diterima bekerja, melainkan bertugas untuk memastikan proses rekrutmen sesuai dengan peraturan daerah yang berlaku. Dengan adanya sistem ini, Disnaker dapat memantau proses seleksi secara transparan dan menjamin adanya keadilan. Jika terdapat indikasi pelanggaran aturan, pihak Disnaker akan bertindak sesuai prosedur yang berlaku.





