Masalah Pecco Bagnaia dan perkembangannya selama MotoGP 2025 terus menjadi pembahasan di paddock, terutama di tim Ducati. Juara dunia tiga kali ini mengalami tantangan berat saat berusaha menemukan kenyamanan di atas motor Desmosedici GP25-nya sepanjang musim, dengan penampilan buruk di Misano yang merupakan sirkuit kandangnya. Namun, tes hari Senin di sirkuit yang sama membantu Bagnaia meningkatkan performanya, meski menggunakan suku cadang dari motor GP24 yang lebih tua.
Evolusi signifikan Bagnaia dalam dua minggu terakhir, hingga memenangi dua balapan di Grand Prix Jepang, mengejutkan banyak pihak. Menggunakan suku cadang motor lama dalam Desmosedici GP25-nya menimbulkan spekulasi, namun baik Bagnaia maupun Ducati tidak memberikan konfirmasi resmi terkait keputusan ini. Penggunaan motor GP24 dalam uji coba di Misano telah menimbulkan pertanyaan hingga menjelang MotoGP di Indonesia.
Berbagai pihak, termasuk manajer tim Valentino Rossi dan manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, memberikan tanggapan terkait peningkatan performa Bagnaia dan penggunaan suku cadang dari motor GP24. Di sisi lain, manajer tim VR46, Pablo Nieto, menjelaskan perbedaan antara motor GP24 dan GP25 serta alasan penggunaan suku cadang motor Morbidelli oleh Bagnaia. Meskipun masih ada spekulasi dan pertanyaan yang menggantung, peningkatan performa Bagnaia di Mandalika memberikan harapan untuk balapan selanjutnya.





