Pemerintah Kutai Timur kembali menghidupkan program Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Batch 2, yang dibuka oleh Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman di BLK Industri Mandiri Disnakertrans Kutim. Hal ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat sumber daya manusia dan memberikan kesempatan kerja yang lebih luas bagi masyarakat Kutai Timur.
PBK telah menjadi prioritas pemerintah daerah Kutai Timur, dengan tujuan utama untuk menyerap minimal 50 ribu pekerja. Bahkan, Wakil Bupati mendorong capaian hingga 100 ribu. Hingga bulan September 2025, lebih dari 18 ribu warga telah terserap ke sejumlah bidang pekerjaan, melebihi target yang ditetapkan dalam lima tahun.
Bupati Kutai Timur juga menyadari tantangan bonus demografi yang dihadapi daerah ini, dengan lonjakan jumlah penduduk usia produktif dalam beberapa tahun ke depan. Untuk mengatasi hal ini, partisipan pelatihan diharapkan memanfaatkan kesempatan PBK dengan sebaik mungkin untuk meningkatkan keterampilan dan membuka jalan menuju karir yang lebih baik.
Di sisi lain, capaian yang telah diraih oleh BLK Industri Mandiri sepanjang tahun 2025 juga disorot, dengan total 18 paket pelatihan dan 288 peserta yang terlibat. Harapan besar diletakkan pada kelulusan peserta uji kompetensi, sehingga mereka dapat memperoleh sertifikat BNSP yang menjadi penting dalam bersaing di dunia industri.
Roma Malau, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), menegaskan bahwa jenis pelatihan yang diberikan sangat beragam, mulai dari teknis hingga kejuruan. Semua ini bertujuan untuk mencetak tenaga kerja yang kompeten, tersertifikasi, dan siap bersaing dalam industri modern. Dengan pelatihan, pembangunan masjid, dan peluang kerja yang dibuka, Kutai Timur membuktikan komitmennya untuk tumbuh tidak hanya secara fisik, tetapi juga dalam kualitas sumber daya manusia.





