BRI Bontang KUR Tanpa Agunan Dibawah Rp100 Juta, Pengawasan Ketat

by -42 Views

Kebijakan pemerintah yang menghapus kewajiban agunan untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) di bawah Rp100 juta langsung mendapat respons cepat dari BRI Cabang Bontang. Pimpinan BRI Cabang Bontang, Ermana S Irawan, menegaskan bahwa semua unit di bawah koordinasinya sudah menjalankan kebijakan tersebut. Ermana memahami ada celah penyimpangan yang mungkin terjadi, sehingga ia mengambil langkah cepat dengan melakukan sosialisasi ke seluruh unit di bawahnya.

Langkah pengawasan pun diperketat untuk memastikan kebijakan tersebut benar-benar dilaksanakan. Jika ada mantri kredit yang meminta agunan, frontliner akan menghentikan pengajuan, dan supervisor akan menolaknya. Bahkan kepala unit diberi wewenang untuk memutus proses jika terjadi pelanggaran. Sebelum aturan ini diperketat, ada nasabah yang menitipkan agunan ke bank, namun sekarang bank telah menghentikan praktik tersebut.

Kebijakan tanpa agunan ini memberikan dampak positif, banyak pelaku UMKM kecil yang dulu ragu untuk mengajukan KUR karena tidak memiliki jaminan, kini mulai berani datang ke bank. Meski syarat jaminan dicabut, proses tetap dilakukan dengan menganalisis 5C, yaitu Character, Capacity, Capital, dan Condition. Dicabutnya syarat agunan membuka peluang lebih lebar bagi pelaku usaha kecil yang tidak memiliki aset, dan BRI Bontang memastikan proses tetap akuntabel sesuai aturan.

Kebijakan tanpa agunan ini tidak hanya mempermudah akses pembiayaan UMKM, tetapi juga memberikan pemahaman baru bahwa modal usaha tidak selalu harus memiliki jaminan. Hal yang terpenting adalah karakter, kemampuan, dan kesungguhan dalam mengembangkan usaha. Ini menunjukkan bahwa bank siap mendukung para pelaku usaha kecil untuk tumbuh dan berkembang.

Source link