BNPB mengklarifikasi bahwa penanganan banjir di Aceh Tamiang sesuai prosedur, sebagai tanggapan terhadap kritik Gubernur Aceh. Evakuasi awal dilakukan oleh BPBD setempat dengan bantuan TNI dan Polri. Akses darat ke Aceh Tamiang sudah terbuka sejak 6 Desember 2025, memungkinkan distribusi logistik melalui Langkat dan Sumatera Utara. Pada hari yang sama, Kepala BNPB turun ke lapangan untuk meninjau fasilitas kesehatan dan membantu pembersihan lumpur. Terkait perahu karet bocor yang berlogo BNPB, BNPB menjelaskan bahwa aset tersebut adalah hibah lama yang menjadi tanggung jawab BPBD daerah. Perahu tambahan dari pusat baru tiba pada 1 Desember 2025. Di lapangan, Ditpolairud Polda Aceh juga menyediakan perahu tambahan untuk membantu penyeberangan bantuan. Distribusi bantuan nasional tetap difokuskan ke wilayah yang sulit dijangkau, termasuk Aceh Tengah yang memerlukan dropping bantuan menggunakan helikopter, berbeda dengan Aceh Tamiang yang sudah dapat diakses melalui jalur darat.
Klarifikasi BNPB tentang Perangkat Respons Banjir Aceh Tamiang





