Helmut Marko, penasihat utama Red Bull di Formula 1, akan pensiun setelah Grand Prix Abu Dhabi, mengakhiri era 20 tahunnya. Pengumuman resmi dilakukan setelah pertemuan dengan manajemen Red Bull di Abu Dhabi pada Senin, dihadiri oleh Oliver Mintzlaff. Perusahaan induk Austria mengambil alih kendali operasi F1, mengakhiri mandat Marko yang masih berlangsung hingga 2026. Perubahan ini membawa ketenangan bagi tim F1 Red Bull yang juga mengalami perubahan di bagian lain, termasuk penunjukan kepala humas baru.
Marko selalu menjadi tokoh penting dalam program pengemudi Red Bull, terlibat dalam penunjukan pengemudi seperti Arvid Lindblad dan Alex Dunne. Namun, pernyataan tidak terkonfirmasi tentang niat Marko untuk membuat komitmen dengan Dunne tidak disukai oleh para petinggi Red Bull. Di samping itu, Marko dikenal sebagai sosok yang tulus, berbeda dengan tokoh tim F1 lainnya yang terkait erat dengan PR.
Pertanyaan yang muncul berkaitan dengan kepergian Marko adalah dampaknya bagi masa depan Max Verstappen di Red Bull. Meskipun loyalitas Verstappen kepada Marko tetap kuat, kenyataannya masih disoroti oleh kesimpulan dari cabang perusahaan Austria dan Thailand. Meski hubungan yang kuat itu tetap ada, tergantung pada performa Verstappen di musim mendatang dan persepsinya terhadap regulasi baru F1.
Red Bull harus menetapkan struktur tanpa Marko dan menyelesaikan kerja sama dengan Ford dalam menghadapi era F1 yang baru. Disisi lain, rekam jejak Marko yang telah mengantarkan tim meraih kesuksesan selama bertahun-tahun tetap menjadi prestasi yang mengesankan dengan 8 gelar juara pembalap, 6 gelar juara konstruktor, dan 130 kemenangan. Langkah berikutnya kemungkinan tergantung pada pembagian tugas dan keberlanjutan kepemimpinan di Red Bull untuk jangka panjang.





