Mohammed Ben Sulayem Kembali Sebagai Ketua FIA: Berita Terbaru

by -91 Views

Mohammed Ben Sulayem kembali terpilih sebagai presiden FIA setelah kontroversi di Tashkent, Uzbekistan. Pemilihan yang diadakan menjelang seremoni penganugerahan pada juara 2025 tersebut memperlihatkan kemenangan tanpa lawan bagi pria asal Uni Emirat Arab ini. Penyelenggaraan masa jabatannya yang kedua dalam empat tahun ini membuktikan kepopulerannya setelah sebelumnya terpilih pada tahun 2021. Dalam pemilihan tersebut, Ben Sulayem berhasil mengumpulkan suara sebesar 61,62 persen, mengalahkan wakil presiden Graham Stoker dengan 36,62 persen suara.

Dalam pernyataannya, Ben Sulayem menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh Anggota FIA yang memberikan kepercayaan kepadanya. Ia menyatakan bahwa bersama-sama, mereka dapat mengatasi berbagai rintangan yang dihadapi. Menyadari kehormatan yang diberikan kepadanya sebagai presiden FIA, Ben Sulayem berkomitmen untuk terus memberikan yang terbaik untuk FIA, motorsport, mobilitas, dan Klub Anggota di seluruh dunia.

Meskipun awalnya terdapat beberapa penantang seperti Tim Mayer, Laura Villars, dan Virginie Philippot, namun tidak ada yang benar-benar dapat mencalonkan diri karena aturan yang memberatkan. Proses pemilihan ini dikecam oleh Mayer sebagai “ilusi demokrasi” yang menimbulkan pertentangan dalam lingkungan FIA. Tak hanya itu, salah satu penantang, Villars, bahkan menggugat FIA atas proses pemilihan yang dianggap tidak demokratis. Pengadilan Paris telah memutuskan untuk menggelar sidang penuh yang mungkin membatalkan hasil pemilihan presiden hari ini.

Meski demikian, FIA tetap memegang teguh validitas pemilihan ini. Mereka menyatakan bahwa proses pemungutan suara tersebut dilakukan sesuai dengan statuta FIA dan mencerminkan dasar-dasar demokrasi federasi. Dengan demikian, terpilihnya kembali Ben Sulayem sebagai presiden FIA dianggap sah oleh lembaga tersebut. Jadi, benarkah aturan berlaku dalam demokrasi atau sebaliknya, itu tergantung pada interpretasi dan persepsi masing-masing pihak. Terlepas dari polemik ini, langkah-langkah selanjutnya akan menentukan kemajuan FIA ke depan.

Di samping itu, tak lupa pula untuk menginformasikan daftar presiden terpilih sebelumnya. Dimulai dari Mohammed Ben Sulayem, yang menempati posisi presiden FIA sejak tahun 2021, menggantikan Jean Todt. Dan seterusnya, perjalanan kepemimpinan di dunia motorsport ini terus bergulir dari satu era ke era berikutnya. Let’s see what the future holds for FIA Presidency!

Source link