Keluhan Di Giannantonio tentang 22 Seri MotoGP

by -54 Views

Fabio di Giannantonio merasa jadwal MotoGP menjadi terlalu berat dalam musim 2025 dengan 22 persinggahan yang membuat para pembalap harus menghadapi 44 balapan, termasuk sprint race. Hal ini menurutnya menjadi beban fisik yang terlalu besar bagi para pembalap, membuat mereka memiliki sedikit waktu untuk berlatih dan menjaga kebugaran. Johann Zarco, pembalap LCR Honda, juga setuju dengan pendapat Giannantonio bahwa beban dari 22 balapan dapat membuat tubuh terasa kesulitan dan memerlukan lebih banyak istirahat untuk mengembalikan energi yang lebih baik. Meskipun demikian, Marco Bezzecchi mengakui bahwa hasil yang baik dapat memengaruhi cara rider melihat kalender balapan. Ia merasakan bahwa jadwal MotoGP ini menuntut secara fisik dan mental, tetapi jika rider dapat membangun hubungan baik dengan tim dan merasa nyaman saat balapan, mereka tetap menjalani hobinya dengan senang hati. Banyak ekspansi MotoGP kini berpusat di pasar baru di Asia, yang disambut baik oleh Francesco Bagnaia dari tim Ducati. Meskipun mengakui bahwa musim 2025 terasa sulit, Bagnaia menikmati balapan di luar Eropa dan ingin agar musim berakhir lebih cepat. Pedro Acosta, bintang KTM, juga tidak keberatan dengan jadwal balapan yang padat namun menyadari bahwa cedera kini memiliki konsekuensi yang lebih besar bagi para pembalap. Meskipun ada beberapa tantangan, para pembalap MotoGP tetap bersemangat dan menikmati setiap momen di lintasan.

Source link