Pupuk Kaltim Latih Murid Disabilitas Olah Sampah: Pendidikan Inklusif dan Lingkungan

by -60 Views

Pendidikan menjadi lebih dari sekadar pembelajaran membaca dan menulis. Hal ini juga mengenai mengembangkan kemandirian, kepedulian, dan persiapan untuk masa depan. PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) bekerjasama dengan SLB YPK Bontang dalam menyelenggarakan pelatihan pengolahan sampah bagi murid penyandang disabilitas. Program ini tidak hanya sebagai kegiatan seremonial, tetapi dirancang sebagai langkah berkelanjutan untuk memperkuat pendidikan inklusif sambil menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini.

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan vokasional yang dapat diterapkan secara praktis kepada murid. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung melakukan praktik pengelolaan sampah dengan benar. Pgs Vice President TJSL Pupuk Kaltim, Lendl Wibisana, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian dan rasa percaya diri murid disabilitas, sekaligus menanamkan nilai tanggung jawab terhadap lingkungan.

Program pelatihan ini sejalan dengan komitmen Pupuk Kaltim terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama dalam poin 4 tentang pendidikan berkualitas. Pendidikan inklusif harus memberi peluang bagi semua, termasuk murid penyandang disabilitas. Mereka bukan hanya sebagai objek penerima manfaat, tapi juga sebagai subjek pembangunan yang memiliki potensi untuk berkontribusi.

Melalui pelatihan ini, murid belajar secara sistematis pengelolaan sampah mulai dari memahami jenis sampah, pemilahan, hingga pengolahan menjadi produk yang bermanfaat. Program ini juga mendukung SDGs poin 13 tentang penanganan perubahan iklim, dengan keyakinan bahwa pengelolaan sampah yang baik dapat mengurangi dampak lingkungan.

Pupuk Kaltim memberikan berbagai fasilitas pengelolaan sampah di SLB YPK, mulai dari tempat sampah tiga warna hingga peralatan pendukung lainnya, untuk memudahkan murid dan guru dalam pemilahan sampah sejak sumbernya. Materi pelatihan mencakup pengelolaan sampah rumah tangga dari pemilahan, pengumpulan, hingga pengolahan sampah organik menjadi kompos.

Dukungan dari Pupuk Kaltim memberikan peluang bagi sekolah untuk mengintegrasikan pengelolaan sampah ke dalam kurikulum dan kegiatan sehari-hari, sesuai dengan visi sekolah dalam membentuk murid mandiri, berkarakter, dan memiliki keterampilan hidup. Program ini diharapkan dapat menciptakan kebiasaan positif di lingkungan sekolah dan dapat dikembangkan menjadi bagian dari pembelajaran berbasis lingkungan.

Source link