Upaya pemulihan korban penyalahgunaan narkoba di Kalimantan Timur (Kaltim) terus menunjukkan peningkatan. Balai Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Tanah Merah mencatat bahwa selama tahun 2025, telah melayani 335 klien rehabilitasi. Angka tersebut merupakan peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya, menandakan komitmen balai dalam memberikan akses layanan rehabilitasi secara luas kepada masyarakat. Mayoritas klien yang menjalani rehabilitasi di Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah adalah dewasa laki-laki, dengan jumlah 298 orang. Sedangkan dewasa perempuan tercatat 15 orang.
Selain pelayanan kepada dewasa, balai juga memberikan layanan rehabilitasi kepada kelompok anak dan remaja. Terdapat 18 anak laki-laki dan 4 anak perempuan yang menjalani rehabilitasi dengan pendekatan khusus sesuai dengan usia dan kebutuhan mereka. Dengan kapasitas hingga 120 tempat tidur setiap hari, balai memastikan untuk menerima klien yang membutuhkan layanan rehabilitasi selama masih memungkinkan.
Masa rehabilitasi klien beragam, mulai dari tiga hingga enam bulan, tergantung pada tingkat keparahan adiksi yang dialami. Layanan rawat jalan juga tersedia di berbagai unit rehabilitasi, termasuk Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah, BNN Provinsi, BNN Kabupaten/Kota, dan klinik instansi pemerintah.
Selain itu, penting bagi proses rehabilitasi klien untuk terus berlanjut di lingkungan keluarga dan masyarakat setelah keluar dari balai rehabilitasi. Perubahan pola hidup menjadi faktor kunci dalam pemulihan, meliputi aspek biologis, psikologis, sosial, dan spiritual. Penggunaan instrumen Kualitas Hidup Organisasi Kesehatan Dunia (WHOQOL) menjadi metode bagi balai dalam mengukur keberhasilan rehabilitasi klien secara menyeluruh.
Dengan penerapan pendekatan yang holistik dan komitmen yang kuat, Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah terus berupaya membantu dalam proses pemulihan bagi korban penyalahgunaan narkoba.





