Laju konsumsi rumah tangga di Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan tanda-tanda moderasi yang terjadi pada kuartal III/2025. Pertumbuhan hanya mencapai 4,53 persen secara tahunan, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Survei konsumen Bank Indonesia (BI) menunjukkan indikator yang sama dengan penurunan angka yang signifikan. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK), Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK), dan Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) semuanya mengalami penurunan yang cukup mencolok.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Jajang Hermawan, menjelaskan bahwa ketidakpastian dan penurunan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi menjadi faktor utama dari moderasi konsumsi rumah tangga tersebut. Penurunan terjadi pada semua komponen indeks, termasuk penghasilan, pembelian barang tahan lama, dan kondisi lapangan kerja.
Pelemahan ini mencerminkan tekanan yang dirasakan oleh rumah tangga di Kaltim, terutama dari sisi pendapatan dan peluang kerja. Sementara itu, belanja pemerintah daerah menunjukkan tanda-tanda pemulihan dengan pertumbuhan lebih dari 0,91 persen secara tahunan. Hal ini disokong oleh peningkatan belanja operasional Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), khususnya belanja barang dan jasa serta belanja bantuan sosial.
Dampak dari kondisi ini juga dirasakan oleh sektor perdagangan yang mengalami pelambatan kinerja. Aktivitas konsumsi yang masih lemah membuat lingkaran ekonomi di sektor ini bergerak lebih lambat dibandingkan sebelumnya. Meskipun demikian, ada juga sinyal positif dari belanja pemerintah daerah yang menunjukkan pemulihan, meskipun belanja modal masih mengalami kontraksi.
Belanja bantuan sosial meningkat secara signifikan, mencapai 94,2 persen secara tahunan. Lonjakan ini didorong oleh intensifikasi penyaluran program bantuan, seperti BPNT, PBI JK, dan PKH. Secara keseluruhan, kondisi ekonomi di Kalimantan Timur masih menunjukkan kontraksi namun dengan adanya perbaikan dari belanja pemerintah daerah dan belanja transfer ke daerah. Hal ini diharapkan dapat membantu memulihkan kondisi ekonomi serta menguatkan konsumsi rumah tangga di masa yang akan datang.





