Program unggulan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Gratispol, terus membawa dampak positif di sektor pendidikan tinggi. Pada tahun akademik 2025-2026, sebanyak 21.903 mahasiswa baru di perguruan tinggi Kalimantan Timur memperoleh pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk semester pertama. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kalimantan Timur, Muhammad Faisal, mengungkapkan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan kemampuan dan daya saing generasi muda.
Realisasi program Gratispol ini telah sesuai dengan rencana dan anggaran yang diatur dalam APBD Perubahan 2025. Selain pembebasan UKT untuk semester awal, Pemprov Kaltim juga akan memperluas cakupan program ini mulai tahun anggaran 2026. Pada tahun tersebut, bantuan pendidikan akan diberikan kepada mahasiswa dari semester satu hingga delapan, baik di perguruan tinggi Kalimantan Timur maupun bekerja sama dengan kampus di luar daerah. Ini diharapkan akan mencakup sekitar 124 ribu mahasiswa jenjang S1, S2, dan S3.
Saat ini, program ini berlaku selama delapan semester untuk S1, empat semester untuk S2, dan enam semester untuk S3. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon penerima meliputi memiliki KTP Kalimantan Timur, tinggal di Kaltim minimal tiga tahun, dan tidak menerima beasiswa lain. Para mahasiswa juga harus mendaftar secara mandiri melalui laman resmi Gratispol yang telah disediakan. Dengan program ini, diharapkan pendidikan tinggi di Kalimantan Timur dapat semakin terjangkau dan bermanfaat bagi lebih banyak mahasiswa.





