Kota Bontang tidak akan bisa hanya mengandalkan kekayaan alamnya untuk masa depannya. Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menggarisbawahi pentingnya inovasi dan riset sebagai pendorong utama agar kota industri ini tetap relevan dan kompetitif. Dalam kunjungan kerja Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Neni menekankan bahwa Bontang perlu terus bertransformasi untuk mempertahankan peran pentingnya dalam ekonomi nasional.
Meskipun luas wilayahnya relatif kecil, kontribusi Bontang terhadap perekonomian Indonesia cukup signifikan, terutama berkat kehadiran industri besar seperti PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) dan Badak LNG. Namun, Neni menegaskan bahwa hal ini tidak boleh membuat kota dan masyarakatnya complacent. Inovasi harus menjadi fokus utama pembangunan daerah untuk memastikan manfaat industri benar-benar dirasakan oleh semua lapisan masyarakat.
Dalam pertemuan dengan BRIN, konsep Rumah Inovasi Daerah diperkenalkan dan diterima dengan positif oleh Pemerintah Kota Bontang. Konsep ini diyakini dapat membantu diversifikasi ekonomi daerah agar tidak terus tergantung pada sektor industri ekstraktif. Namun, Neni menekankan bahwa riset harus praktis dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga riset, dunia akademis, dan industri dianggap sebagai kunci keberhasilan dalam menerapkan inovasi secara berkelanjutan. Oleh karena itu, Bontang siap membuka diri bagi BRIN untuk mendampingi dalam membangun ekosistem riset dan inovasi yang solid. Selain itu, investasi dalam pengembangan sumber daya manusia juga menjadi fokus, dengan harapan untuk menciptakan SDM yang unggul dan kompetitif untuk menyongsong masa depan yang penuh tantangan.





