Kejurnas Layang-Layang di Kota Samarinda, Kalimantan Timur menjadi sorotan akhir pekan ini. Dengan puluhan layang-layang berwarna dan berbentuk unik menghiasi langit, acara yang digelar oleh Persatuan Layang-Layang Seluruh Indonesia (Pelangi) Kalimantan Timur ini berhasil menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu pusat prestasi olahraga rekreasi nasional. Bertempat di eks Bandara Temindung, Samarinda, kejuaraan ini tidak hanya sebagai ajang kompetisi namun juga sebagai wahana untuk memperkuat jaringan komunitas layang-layang di seluruh Indonesia.
Muhammad Faisal, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kalimantan Timur, turut memberikan apresiasi kepada Pelangi Kaltim atas upayanya dalam mengembangkan olahraga tradisional ini. Dalam kesempatan tersebut, Faisal juga mengungkapkan rencana untuk menggelar pemecahan Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) dengan melibatkan ribuan layang-layang secara bersamaan di masa depan.
Peserta Kejurnas Layang-Layang ini berasal dari berbagai daerah, tidak hanya dari Kalimantan Timur tetapi juga dari Pulau Jawa dan Kalimantan Utara. Dengan total hadiah mencapai Rp20 juta, kejuaraan ini bukan hanya menjadi platform untuk berkompetisi tetapi juga seleksi atlet yang akan mewakili Kalimantan Timur pada event olahraga mendatang. Alwi H, Ketua Pelangi Kaltim, berharap agar Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dapat memberikan dukungan lebih lanjut kepada para atlet layang-layang untuk terus meningkatkan prestasi mereka.
Kejuaraan ini tidak hanya sebagai ajang perlombaan semata, tetapi juga memiliki dampak sosial positif. Alwi berpendapat bahwa olahraga layang-layang dapat menjadi alternatif sehat bagi generasi muda untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi. Bermain layang-layang di luar ruangan membawa manfaat kesehatan yang baik, serta mengajak anak-anak untuk aktif bergerak di bawah sinar matahari. Melalui acara ini, diharapkan semakin banyak generasi muda yang terlibat dalam olahraga tradisional yang menyehatkan ini.





