Pengalaman Pagi Akses Pendidikan di Sangkima Kutim

by -51 Views

Setiap pagi, sejumlah siswa dari Desa Sangkima, Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), harus menempuh perjalanan belasan hingga puluhan kilometer demi melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah menengah atas (SMA) di Sangatta. Jarak yang harus mereka lewati tidaklah dekat, dengan rata-rata 13 hingga 20 kilometer setiap hari. Kondisi ini terjadi karena akses jalan ringroad yang diharapkan dapat memangkas jarak tempuh hingga kini belum rampung. Sebagian trase jalan tersebut masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Kutai (TNK), sehingga pembangunannya terkendala oleh regulasi kehutanan dan aspek konservasi.

Kepala Desa Sangkima, Muhammad Alwi, menyatakan bahwa persoalan jarak dan biaya transportasi menjadi hambatan utama bagi siswa-siswa desa tersebut dalam melanjutkan pendidikan mereka. Beberapa keluarga di desa tersebut tidak mampu secara ekonomi untuk membiayai transportasi harian anak-anak mereka ke Sangatta, sehingga siswa harus mengandalkan kendaraan umum atau menumpang kendaraan dari warga lain. Hingga saat ini, belum ada solusi yang jelas diakui dan disepakati bersama antara pemerintah daerah, perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut, dan pengelola TNK untuk menyelesaikan masalah akses jalan tanpa mengesampingkan aspek konservasi.

Alwi menyoroti kondisi infrastruktur di Desa Sangkima dan Desa Teluk Singkama yang belum mendapatkan akses jalan yang memadai selama bertahun-tahun. Dengan keterlambatan penyelesaian jalan tersebut, warga juga kesulitan dalam mengakses layanan kesehatan, penanganan keadaan darurat, hingga distribusi hasil pertanian dan perikanan ke pusat kota. Pemerintah desa berharap agar adanya dialog terbuka antara pemerintah daerah, perusahaan, dan pengelola TNK untuk menemukan solusi seimbang antara kebutuhan masyarakat dan kepentingan perlindungan kawasan konservasi.

Alwi percaya bahwa akses jalan yang memadai juga dapat mendukung kepentingan bersama, termasuk mempermudah mobilisasi saat terjadi kebakaran hutan di kawasan TNK. Jalan tersebut tidak hanya untuk masyarakat, namun juga dapat membantu akses dalam penanganan keadaan darurat seperti kebakaran hutan di TNK. Dengan demikian, penting bagi semua pihak terkait untuk bekerja sama mencari solusi yang terbaik guna meningkatkan aksesibilitas dan kesejahteraan masyarakat Desa Sangkima dan sekitarnya.

Source link