Pemulihan pascabencana banjir di sejumlah wilayah Sumatera masih dalam proses. Kerusakan infrastruktur, keterbatasan akses air bersih, gangguan pada aktivitas pendidikan, dan kebutuhan pemulihan psikososial masih menjadi tantangan yang perlu diatasi. Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, PT Pupuk Kalimantan Timur atau Pupuk Kaltim telah menyalurkan bantuan ke Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, salah satu daerah yang terdampak paling parah. Bantuan tersebut senilai lebih dari Rp561,25 juta, berasal dari donasi dalam acara “Charity for Sumatera” yang diselenggarakan dalam rangkaian Pupuk Kaltim Fest akhir 2025. Penyaluran bantuan dilakukan melalui Badan Pembinaan Umat Islam (BPUI) Pupuk Kaltim dan Yayasan Baiturrahman dengan bantuan program Sahabat Baik SalamAid, yang didasarkan pada pendataan kebutuhan riil di lapangan untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Salah satu relawan Pupuk Kaltim, Cahyono Iwan Kusumo, menjelaskan pentingnya koordinasi dengan aparat setempat dan relawan lokal untuk menghindari tumpang tindih bantuan dan memastikan distribusi efektif. Luasnya wilayah terdampak menjadi tantangan tersendiri, sehingga bantuan yang disalurkan mencakup berbagai kebutuhan seperti air bersih, kebutuhan bayi, kasur, kompor gas, perlengkapan sekolah, dan dukungan logistik distribusi di lapangan. Perhatian utama juga diberikan pada penyediaan air bersih dan layanan kesehatan, serta kebutuhan bayi dan perlengkapan sanitasi. Turut disalurkan perlengkapan sekolah untuk membantu anak-anak kembali beraktivitas belajar, sementara bantuan Al-Qur’an juga disalurkan untuk memperkuat sisi spiritual masyarakat. Direktur Utama Pupuk Kaltim, Gusrizal, menekankan komitmen perusahaan untuk mendukung korban banjir sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan. Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pusat juga dilakukan untuk memastikan penyaluran bantuan terintegrasi dengan kebijakan dan kebutuhan di lapangan. Dengan demikian, penurunan relawan ke wilayah terdampak bukan hanya sebagai simbol empati, namun juga sebagai tanggung jawab moral untuk membangun kembali harapan warga yang terkena dampak bencana. Semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang tumbuh kuat di lingkungan Pupuk Kaltim menjadi landasan bagi upaya membantu masyarakat yang terdampak.
Pupuk Kaltim Bantu Korban Banjir Aceh Tamiang: Relawan Siap Turun ke Lapangan





