Sebanyak 26.975 tenaga pendidik di Kalimantan Timur (Kaltim) akan menerima insentif pemerintah daerah tahun ini. Program ini mencakup guru TK, SD, MI, SMP, MTs, serta ustaz dan ustazah pondok pesantren yang tersebar di 10 kabupaten dan kota. Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, menegaskan bahwa pemberian insentif merupakan komitmen nyata pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi para pendidik. Meski kondisi keuangan daerah pada tahun 2026 tidak sesuai harapan, Gubernur Rudy tetap berupaya memberikan dukungan kepada para penerima insentif tersebut.
Pendidikan dianggap sebagai kunci keberhasilan suatu daerah, dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kesejahteraan guru sebagai fokus utama pemerintah. Program insentif yang telah digulirkan sejak tahun 2025 kembali dilanjutkan pada tahun 2026 dengan penekanan pada akurasi data. Verifikasi ketat dilakukan oleh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mencegah penyaluran insentif kepada guru yang tidak aktif mengajar. Selain tenaga pendidik, Pemprov Kaltim juga memperpanjang insentif bagi 5.710 penjaga rumah ibadah di wilayah tersebut.
Selama kepemimpinan Rudy-Seno, besaran insentif ditetapkan sebesar Rp 500 ribu per orang per bulan dengan penyaluran selama enam bulan. Rekapitulasi penerima insentif guru dan ustaz/ustazah tahun 2026 per wilayah juga telah disampaikan. Salah satu penerima, Arbayah, Kepala MI Al-Muna Samarinda, merasa bahagia dengan bantuan ini dan berharap dapat terus meringankan beban para guru di masa depan. Semoga bantuan ini dapat mensejahterakan para guru dan terus berlanjut di masa yang akan datang.





