Pada Grand Prix Thailand, juara MotoGP, Marc Marquez, mengalami kegagalan ban yang memaksa dirinya untuk mundur secara tiba-tiba. Menuju posisi ketiga, Marquez yang berkendara dengan tim Ducati, harus menghadapi kegagalan pada rim belakang GP26-nya saat melintasi Tikungan 4 sisa lima putaran. Keberuntungan menyertai Marquez karena ban secara cepat mulai bocor dan sebagian lepas dari roda tanpa mengakibatkan crash.
Berbagai masalah ban dilaporkan oleh beberapa pembalap lain dalam kondisi panas di Buriram, di mana rekan setim Honda-nya yang lama, Joan Mir, juga harus menyerah. Namun, kegagalan yang dialami oleh Marquez menjadi yang paling spektakuler dan menyebabkan kerusakan terbesar. Setelah balapan berakhir, Marquez menduga masalah tersebut bisa dipicu oleh kontak dengan kerb, meskipun ia tidak yakin karena tidak mengubah jalur saat Tikungan 4.
Piero Taramasso, kepala MotoGP Michelin, mengindikasikan tidak ada cacat bawaan pada ban itu sendiri. Ia menyarankan bahwa kombinasi kerb yang agresif dan suhu lintasan yang ekstrem adalah penyebabnya, di mana akhir pekan yang lain juga mengalami masalah dengan ban yang bengkok. Kinerja Marquez pada momen itu diakui sebagai yang tercepat di lintasan, sayang sekali ban tersebut mengalami kebocoran.
Kondisi tersebut menambah keruwetan bagi Ducati setelah garis podium mereka selama empat tahun di MotoGP harus berakhir. Meskipun Aprilia tampil dominan sepanjang akhir pekan, Marquez masih tetap dalam perburuan posisi podium, terutama karena Fernandez kesulitan dengan degradasi ban menjelang akhir balapan. Manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, mengungkapkan bahwa kegagalan tersebut adalah sesuatu yang belum pernah dia lihat selama berada di MotoGP. Ia menyoroti keberuntungan buruk Marquez karena peristiwa itu terjadi di saat yang tidak terduga.





