Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pangkep telah menetapkan besaran zakat fitrah dan fidyah untuk Ramadan 1447 Hijriah atau tahun 2026 Masehi. Keputusan ini diambil dalam rapat resmi yang digelar di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangkep pada tanggal 3 Februari 2026. Ketua MUI Kabupaten Pangkep, KH Hasbuddin Halik, menjelaskan bahwa besaran zakat fitrah ditetapkan berdasarkan harga beras yang berlaku di wilayah Pangkep. Zakat fitrah dibagi menjadi tiga kategori sesuai dengan jenis beras yang digunakan masyarakat, yakni Rp50.000 per jiwa untuk beras premium setara 4 liter, Rp45.000 per jiwa untuk beras medium, dan Rp40.000 per jiwa untuk beras biasa.
Selain zakat fitrah, rapat juga menetapkan besaran fidyah bagi umat Muslim yang tidak dapat menjalankan ibadah puasa Ramadan. Besaran fidyah ditetapkan sebesar Rp30.000 per hari. Keputusan ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi umat Muslim di Kabupaten Pangkep dalam melaksanakan kewajiban zakat selama Ramadan. KH Hasbuddin Halik juga berharap agar masyarakat dapat mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan untuk menjadikan pelaksanaan ibadah di bulan suci berlangsung dengan tertib dan penuh berkah.
Rapat penetapan zakat fitrah dan fidyah dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah dan lembaga terkait, seperti Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangkep, Kepala Kantor Haji dan Umrah, Ketua Baznas Pangkep, perwakilan Polres Pangkep, unsur Kodim Pangkep, Dinas Koperasi dan Perdagangan, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), para Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Pangkep, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam. Semua harapannya agar keputusan yang telah diambil dapat diikuti dan dilaksanakan oleh umat Muslim di Kabupaten Pangkep sehingga ibadah di bulan suci Ramadan dapat berjalan dengan lancar.





