Kebakaran Besar Kutim: Kritik Aktivis terhadap Sistem Penanganan Bencana

by -54 Views

Kembali terulangnya kebakaran besar di Desa Batu Timbau, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kutai Timur, menuai kritik tajam dari kalangan pemuda. Muhammad Yuga, seorang aktivis muda Kutai Timur yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, menyoroti lemahnya kesiapan dan penanganan bencana di wilayah tersebut. Kebakaran pada Kamis (26/3) dinilai sebagai indikasi kegagalan dalam upaya pencegahan, bukan hanya sebagai sebuah musibah.

Data yang disampaikan Yuga menunjukkan bahwa kebakaran yang melanda Desa Batu Timbau bukanlah kejadian pertama kalinya. Pada awal 2025, kejadian serupa telah terjadi menghanguskan sekitar 100 rumah warga. Kini, lebih dari 80 rumah kembali menjadi korban dalam peristiwa terbaru tersebut. Yuga memperingatkan pemerintah daerah untuk segera melakukan pembenahan sistem penanganan bencana secara menyeluruh.

Selain itu, Yuga juga menyoroti minimnya kesiapan armada dan personel pemadam kebakaran serta kurangnya pengetahuan teknis pemadaman yang optimal di lapangan. Dia menegaskan perlunya langkah konkret untuk meningkatkan kualitas penanganan kebakaran, termasuk perbaikan sarana dan prasarana serta peningkatan kompetensi personel. Upaya preventif di tingkat masyarakat juga dipromosikan, seperti penyediaan alat pemadam kebakaran sederhana di setiap rumah.

Peristiwa ini menurut Yuga seharusnya menjadi momentum evaluasi bersama. Penanganan bencana harus dirancang secara sistematis dan berkelanjutan, bukan hanya bersifat reaktif. Upaya kolektif dalam memperbaiki sistem penanganan bencana diharapkan dapat mengurangi risiko dan dampak dari kejadian serupa di masa depan.

Source link