Pemerintah Kota Bontang tengah melakukan penataan ulang Pulau Beras Basah, destinasi wisata unggulan yang selama ini menjadi daya tarik bagi para wisatawan. Langkah awal dalam penataan ini diawali dengan penerbitan Surat Peringatan (SP) 1 kepada para pedagang yang masih menggunakan terpal di sepanjang kawasan pantai. Penertiban ini dilakukan oleh Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispopar-Ekraf) sebagai bagian dari upaya menciptakan kawasan wisata yang lebih tertib dan nyaman.
Kepala Dispopar-Ekraf Bontang, Eko Mashudi, menjelaskan bahwa penertiban dilakukan secara bertahap dan persuasif. Ada kesempatan bagi para pedagang untuk menata sendiri barang dagangannya. Jika kebijakan ini tidak diindahkan, akan dilanjutkan dengan Surat Peringatan 2 (SP2). Dengan demikian, kehadiran terpal yang terpasang secara tidak teratur dianggap mengganggu keindahan kawasan wisata, serta berpotensi menurunkan tingkat kenyamanan pengunjung.
Pulau Beras Basah Bontang telah lama dikenal sebagai ikon wisata bahari di kota tersebut, dengan daya tarik utama pada keindahan alamnya. Di samping itu, pemerintah juga mengatur aktivitas pedagang dengan meminta mereka untuk berjualan di area pujasera yang telah disediakan, bukan menyebar di sepanjang pantai. Praktik memaksa wisatawan untuk menyewa terpal juga dilarang.
Penertiban ini tidak hanya dianggap sebagai tindakan administratif semata, melainkan juga sebagai langkah edukasi dalam manajemen wisata yang berkelanjutan. Dispopar-Ekraf Bontang sadar bahwa penataan kawasan tidak bisa dilakukan sendiri, sehingga koordinasi lintas sektor sedang disiapkan. Selain itu, manajemen sampah juga menjadi perhatian, dengan kemungkinan melibatkan pihak ketiga untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan tersebut.
Eko Mashudi menegaskan bahwa sebagian pedagang di Pulau Beras Basah belum memiliki izin resmi. Oleh karena itu, penertiban ini menjadi kesempatan untuk mendorong kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku. Dimasa mendatang, diharapkan penataan yang dilakukan tidak hanya merombak tampilan kawasan, tetapi juga membangun sistem manajemen wisata yang lebih profesional. Dengan demikian, Pulau Beras Basah di Bontang diharapkan menjadi destinasi yang tertib, ramah, dan berkelanjutan.





