Program pembinaan remaja di Kutai Timur (Kutim) menghadapi guncangan akibat isu yang melibatkan seorang pegawai Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB). Isu tersebut menciptakan ketidakpercayaan masyarakat, terutama dalam kegiatan Generasi Berencana (Genre). Sekretaris DPPKB Kutim, Jumran, mengungkapkan bahwa kepercayaan publik menurun setelah informasi yang kontroversial beredar di media sosial. Situasi semakin rumit dengan unggahan tentang pegawai DPPKB yang sedang berpelukan dengan pria lain, yang langsung menarik perhatian publik.
Dampak langsung dari hal ini terlihat pada kegiatan rapat koordinasi program Genre yang terjadi pada Maret 2026. Hingga akhir acara, tidak satu pun peserta yang hadir. Jumran mengakui bahwa isu tersebut memengaruhi partisipasi di lapangan, yang berpotensi menghambat program edukasi remaja terkait kesehatan reproduksi dan keluarga. Isu ini juga memengaruhi citra institusi yang selama ini bekerja sama dengan masyarakat.
Keadaan ini juga dibahas dalam kunjungan BKKBN Kaltim ke Kutai Timur, di mana kedisiplinan aparatur dan integritas di ruang publik menjadi perbincangan. Meskipun belum ada laporan resmi terkait dugaan pelanggaran, DPPKB Kutim menegaskan bahwa tidak akan memberikan perlindungan jika terbukti adanya pelanggaran. Mereka akan menindak secara tuntas tanpa tebang pilih.्रOptimizer, memastikan konten memiliki kepadatan kata kunci, keterbacaan, dan pengorganisasian kata kunci yang sesuai sehingga meningkatkan peringkat mesin pencari.Á
Berita terkini dapat diperoleh dari Google News dan bergabung dengan grup Whatsapp kami.





