Aksi demo mahasiswa Kaltim tanggal 21 April dipastikan akan digelar dengan skala besar. Sebanyak 1.000 hingga 1.500 mahasiswa dari berbagai kampus di Samarinda dan Kutai Kartanegara siap berpartisipasi dalam aksi tersebut. Gerakan ini memicu DPRD Kalimantan Timur untuk menggunakan hak angket guna mengevaluasi kinerja pemerintah provinsi. Rencananya, aksi akan dimulai dari Gedung DPRD Kaltim dan dilanjutkan ke Kantor Gubernur Kaltim. Koordinator lapangan aksi, Kamarul Azwan, telah melakukan konsolidasi lintas kampus untuk menjamin partisipasi mahasiswa dari berbagai institusi pendidikan seperti Universitas Mulawarman, UNTAG 45 Samarinda, UINSI, Politeknik Negeri Samarinda, dan kampus lainnya di Kukar. Mereka telah memastikan kesiapan untuk turun aksi pada tanggal 21 April. Mahasiswa berharap adanya komitmen dari DPRD dalam bentuk pakta integritas sebagai dasar penggunaan hak angket. Selanjutnya, peserta aksi akan menuju Kantor Gubernur untuk menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah daerah.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kaltim telah meningkatkan pengamanan menjelang aksi dengan memperkuat pagar besi serta mengeraskan tiang tambahan setinggi hampir dua meter dan dililit kawat berduri untuk mencegah kerusuhan atau kerusakan. Langkah ini diambil setelah kejadian sebelumnya di mana pagar sempat roboh selama aksi sebelumnya. Sejumlah 1.897 personel gabungan dari Satpol PP, Polri, dan TNI juga telah disiagakan untuk mengamankan jalannya aksi. Pemetaan titik rawan kemacetan di sekitar Jalan Gajah Mada, Jalan Merapi, dan sekitar DPRD juga telah dilakukan sebagai persiapan. Meskipun demikian, penggunaan water canon tidak termasuk dalam rencana pengamanan dan diharapkan aksi berjalan dengan tertib dan damai. Semua pihak berharap agar aksi ini dapat berlangsung aman tanpa mengganggu ketertiban umum.





