Gerindra Murka: Respons Terhadap Gubernur Kaltim

by -64 Views

Kepala pusing, telinga sakit, dan dada terasa sesak – begitulah yang dirasakan oleh Sani, seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Samarinda, ketika mendengar pernyataan Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, yang akrab disapa HARUM. HARUM menyampaikan berbagai isu yang membuat gempar, dua hari setelah aksi demo 214 yang menginginkan pemakzulan dirinya. Dalam jumpa pers di Hotel Atlet Sempaja, Gubernur didampingi oleh mantan Kapolres Kukar, Brigjen Purn Fajar Abdillah, dan mantan Ketua PWI Kaltim, Endro S Efendi.

Pada kesempatan tersebut, HARUM bicara mengenai aksi demo, masalah TAGUPP, nepotisme, dan hal terkait dengan Hijrah Mas’ud, adik kandungnya, serta keponakannya, Putri Amanda Nurramadhani yang menjadi Ketua Kadin Kaltim termuda. Namun, pernyataan HARUM yang menyamakan Hijrah dengan Hashim Djojohadikusumo memicu kemarahan dari jajaran Partai Gerindra Kaltim.

Menanggapi hal ini, anggota DPRD Kaltim dari Fraksi Gerindra, Andi Muh Arif Rayhan Harun, menuntut agar Gubernur menghentikan manipulasi publik, mencabut pernyataannya, dan meminta maaf secara terbuka kepada Presiden Prabowo. Hal serupa juga disampaikan oleh Sabaruddin Panrecalle, bendahara DPD Gerindra Kaltim, yang menyebut bahwa menyamakan Hijrah dengan Hashim adalah langkah yang tidak etis.

Terkait isu nepotisme dan korupsi, Gubernur Rudy Mas’ud membantah tuduhan tersebut, menyatakan bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama. Meskipun begitu, banyak yang meragukan pelantikan Putri sebagai Ketua Kadin Kaltim, diduga karena intervensi dan kurangnya memenuhi syarat. Selain itu, HARUM juga menghadapi kritik terkait pembelian kursi pijat senilai Rp125 juta dari uang APBD.

Meskipun demikian, Gubernur tetap siap menghadapi angket di DPRD Kaltim dan memberikan penjelasan terkait berbagai tuduhan yang dilontarkan kepadanya. HARUM juga menghadiri acara pelantikan Ketua DPD PAN Kaltim yang baru, yang dihadiri oleh Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan. Sebagian massa bahkan meneriaki gubernur dengan nada negatif, menunjukkan ketegangan di antara pihak-pihak yang terlibat.

Source link