Setoran PAD Varia Niaga Rp500 Juta Bikin Bingung DPRD Samarinda

by -81 Views

Perumda Varia Niaga Samarinda Kurang Optimal dalam Meningkatkan Pendapatan Kota

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda memberikan sorotan terhadap kinerja manajemen Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Varia Niaga Samarinda (VNS) setelah kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dinilai belum optimal. Laporan terbaru tahun 2025 menunjukkan bahwa Varia Niaga baru mampu menyetor Rp500 juta saja, angka yang jauh dari ekspektasi.

Menilai Kontribusi Varia Niaga

Menurut Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) DPRD Samarinda, Abdul Rohim, Varia Niaga seharusnya dapat memberikan kontribusi yang lebih besar. Pengelolaan Perumda ini harus mampu memaksimalkan pendapatan kota, namun hingga saat ini capaiannya masih di bawah ekspektasi.

DPRD Samarinda melakukan penelusuran terhadap unit usaha yang dikelola Varia Niaga, termasuk sektor parkir yang juga menyediakan fasilitas kafe dan olahraga air jetski. Hasilnya, ternyata sebagian unit usaha tersebut tidak dikelola langsung oleh Varia Niaga, melainkan melalui kerja sama dengan pihak ketiga.

Pola Kerja Sama yang Merugikan

Kondisi ini berdampak pada skema pendapatan yang diterima, di mana Varia Niaga hanya mendapatkan 10 persen dari keuntungan bersih yang dihasilkan oleh pihak swasta. Menurut Abdul Rohim, pola kerja sama ini sangat merugikan dan menyebabkan kontribusi terhadap PAD menjadi rendah.

Rohim menekankan bahwa pola kerja sama seperti ini memangkas margin keuntungan yang seharusnya dapat dimaksimalkan jika dikelola secara mandiri. Oleh karena itu, DPRD Samarinda berencana memanggil jajaran manajemen Varia Niaga untuk klarifikasi dan penjelasan lebih lanjut terkait strategi peningkatan kinerja ke depan.

DPRD Samarinda menegaskan bahwa evaluasi ini penting dalam upaya memperkuat peran badan usaha milik daerah dalam mendukung keuangan kota. Optimalisasi pengelolaan Perumda Varia Niaga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan secara signifikan ke depan.

Source link