Pendapatan Menurun Driver Ojol Kaltim: Batasi Rekrutmen Mitra

by -58 Views







Gelombang Keresahan Driver Ojol Kaltim: Pengemudi Minta Perlindungan

Gelombang Keresahan Driver Ojol Kaltim: Pengemudi Minta Perlindungan

GELOMBANG keresahan pengemudi ojek online di Kalimantan Timur (Kaltim) mulai mendapat perhatian pemerintah. Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, secara terbuka mengakui para mitra aplikator berada dalam posisi rentan menjelang aksi besar driver online.

Pengemudi Rentan Kehilangan Pekerjaan

Sehari sebelum aksi besar driver online, Seno Aji menyampaikan pernyataan di tengah audiensi dengan Aliansi Mitra Kaltim Bersatu (AMKB). Ia mengungkapkan bahwa pengemudi ojek online rentan kehilangan pekerjaan tanpa pesangon atau jaminan pensiun, membuat mereka dalam posisi yang rawan.

Pengemudi ojek online merupakan tulang punggung keluarga dan sebagai pekerja rentan yang dapat dipecat sewaktu-waktu tanpa perlindungan sosial yang memadai.

Aksi Driver Online dan Tuntutan

Koordinator AMKB, Ifan Jaya, mengumumkan bahwa aksi besar yang dijadwalkan akan membawa lima tuntutan utama, termasuk menghentikan program-program yang dianggap merugikan pengemudi. Penghapusan Program Langganan GoCar dan evaluasi tarif pengantaran makanan menjadi beberapa dari tuntutan tersebut.

Driver online juga menyarankan pembatasan jumlah perekrutan driver baru untuk menjaga pendapatan mereka agar tidak semakin menurun akibat persaingan internal yang ketat.

Peran Pemerintah dalam Menjaga Keseimbangan

Di hadapan perwakilan AMKB, Wakil Gubernur Seno Aji menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara kepentingan pelanggan, mitra pengemudi, dan perusahaan aplikator. Pemerintah bertanggung jawab untuk mempertimbangkan kepentingan semua pihak terkait dalam industri ojek online.

Seno mengakui bahwa perusahaan aplikator membuka lapangan kerja baru di Kalimantan Timur, tetapi juga perlu memastikan kesejahteraan para mitra pengemudi.

Sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan jajaran kepolisian turut hadir dalam audiensi tersebut. Sampai saat ini, belum ada respons resmi dari pihak aplikator terkait tuntutan yang diajukan driver online.

Sumber: Pranala.co


Source link