Proyek Dapur MBG di Paser Memancing Keresahan Warga
Pembangunan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser, menjadi polemik yang memicu kegelisahan masyarakat setempat. Masalahnya bukanlah pada progres bangunan yang terhenti, melainkan pada persoalan pembayaran yang menyulitkan para penyedia material dan pekerja lapangan.
Pembayaran Macet, Warga Laporkan Kontraktor ke Polisi
Situasi pelik ini memaksa sejumlah warga dan pengusaha untuk mendatangi Polsek Long Ikis pada tanggal 19 Mei 2026 guna melaporkan dugaan pembayaran macet oleh kontraktor proyek dapur MBG. Mereka menuntut pembayaran yang belum cair meskipun telah menyelesaikan tugas mereka.
Kapolsek Long Ikis, IPTU Slamet Hafidin, mengonfirmasi adanya pengaduan tersebut. Menurutnya, masyarakat merasa belum menerima pembayaran yang seharusnya mereka dapatkan meskipun proyek sudah selesai.
Pengakuan Pemilik Usaha Terdampak
Di sisi lain, pemilik toko material setempat, Maskur, mengungkapkan besarnya kerugian yang dialaminya akibat tunggakan pembayaran proyek. Ia menyoroti dua kontraktor yang diduga menunggak pembayaran, bahkan sulit dihubungi.
Maskur juga menekankan bahwa keterlambatan pembayaran telah memberikan dampak negatif bukan hanya bagi toko materialnya, tetapi juga bagi pekerja harian dan pengangkut bahan bangunan lokal. Mereka yang bergantung pada proyek tersebut mulai merasakan tekanan ekonomi yang berat.
Selain tunggakan sebesar Rp340 juta, masih ada kewajiban pembayaran lainnya sekitar Rp23 juta yang belum diselesaikan oleh kontraktor lain. Jumlah tersebut mungkin terkesan kecil bagi proyek besar, namun sangat berarti bagi para pekerja dan usaha lokal di kecamatan tersebut.





