Solidaritas Warga Kampung Jawa Dalam Menjalankan Tradisi Kurban
Pagi Iduladha di Kampung Jawa, Kelurahan Bontang Baru, Bontang, Kalimantan Timur selalu diwarnai dengan kesibukan warga yang memeriahkan prosesi kurban. Halaman Masjid Miftahul Huda dipenuhi dengan keramaian, baik mereka yang membantu panitia maupun yang menunggu proses penyembelihan hewan kurban.
Tradisi Kurban yang Kokoh dan Terpelihara
Tidak hanya keramaian yang terasa, tapi juga kekompakan dan solidaritas yang selalu terjaga di antara warga Kampung Jawa setiap tahunnya. Tradisi kurban bukanlah hal baru bagi mereka, dengan 22 ekor sapi dan 5 ekor kambing dipotong di lingkungan masjid dari urunan masyarakat di delapan RT sekitar Kampung Jawa.
Menurut Ketua Panitia Kurban, Rembun Abu Mawardi, partisipasi yang tinggi ini bukanlah hal yang baru karena warga setempat sudah terbiasa menabung atau patungan untuk kurban. Hal ini menjadikan jumlah hewan kurban yang selalu stabil, bahkan cenderung meningkat setiap tahunnya.
Keberkahan dalam Berbagi dan Memiliki Semangat Berkurban
Proses distribusi daging kurban dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan keadilan. Daging dibagikan kepada warga sekitar terlebih dahulu, kemudian kepada jemaah masjid, panti asuhan, dan pondok pesantren yang sebelumnya telah mengajukan permohonan. Distribusi daging dilakukan dengan sistem yang disiplin, mengutamakan keadilan bagi setiap penerimanya.
Selain itu, kepercayaan warga sangat dijaga oleh panitia kurban. Hadi Supriyanto, tokoh masyarakat Kampung Jawa, menyatakan bahwa semangat berkurban sudah menjadi kebutuhan spiritual dan sosial bagi warga setempat. Tingginya kepercayaan ini membuat setiap tahapan proses kurban dilakukan secara transparan, dari pengumpulan dana hingga pembagian daging, agar benar-benar sesuai dengan syariat dan memberi manfaat yang besar.





