Dilema Lulusan SMA di Kaltim: Tulang Punggung Ekonomi vs Pengangguran

by -37 Views






IJAZAH SMA Masih Menjadi Modal Utama di Kaltim

IJAZAH SMA: Tulang Punggung Ekonomi Kaltim

IJAZAH SMA umum masih menjadi modal utama bagi sebagian besar penduduk di Kalimantan Timur (Kaltim) untuk menyambung hidup. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim menunjukkan bahwa sebanyak 27,58 persen penduduk bekerja di provinsi ini didominasi lulusan SMA, melampaui lulusan Diploma ke atas yang hanya 18,12 persen.

Lulusan SMA: Mesin Penggerak Ekonomi Kaltim

Lulusan SMA adalah tulang punggung ekonomi Kaltim saat ini. Namun, di balik dominasi mereka, terdapat kerentanan yang menyertai setiap hari. Meskipun tingkat pengangguran di Kaltim turun tipis menjadi 5,27 persen pada Februari 2026, jumlah angkatan kerja juga menyusut, memicu pertanyaan tentang apakah para lulusan tersebut terserap kerja atau mulai menyerah mencari peluang.

Sektor Pertanian, Sebagai Pelabuhan Utama

Bagi lulusan SMA di Kaltim, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masih menjadi pelabuhan utama untuk mencari nafkah. Sektor ini menyerap 19,57 persen dari total penduduk bekerja. Selain itu, sektor Perdagangan Besar dan Eceran juga menjadi tumpuan bagi banyak orang.

Terlepas dari itu, struktur tenaga kerja formal di Kaltim mulai mengalami peningkatan. Sebanyak 55,45 persen penduduk sudah berstatus pekerja formal, naik 2,37 persen poin dari tahun sebelumnya, menunjukkan adanya peningkatan yang positif.

Tantangan Bagi Pekerja Pria

Tantangan terbesar muncul bagi pekerja pria lulusan SMA di Kaltim. Tingkat setengah pengangguran laki-laki lebih tinggi daripada perempuan. Banyak pria terjebak dalam kondisi “kerja tanggung” dengan jam kerja minim atau tidak produktif, sambil mencari kerja tambahan.

Naiknya jumlah pekerja paruh waktu juga turut memperparah kondisi pria lulusan SMA di Kaltim, dimana pekerjaan paruh waktu menjadi pilihan terakhir meski dengan penghasilan yang minim.

Dominasi lulusan SMA dalam struktur ekonomi Kaltim menggambarkan realitas produktivitas daerah ini, dari pasar-pasar hingga ke pelosok ladang pertanian.

Source link