Di tengah terik matahari di Jalan Jenderal Sudirman, Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) pada hari Senin (1/6/2026), Wali Kota Rahmad Mas’ud tetap bersemangat. Setelah menghadiri upacara di Balai Kota, bersama Wakil Wali Kota Bagus Susetyo dan jajaran Forkopimda, Rahmad memutuskan untuk turun ke jalan. Dalam genggaman tangannya, terdapat tiang-tiang kayu kecil yang berkibar bendera Merah Putih, melambai diiringi angin.
Pembagian Bendera Merah Putih dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila
Pada peringatan Hari Lahir Pancasila, Pemerintah Kota Balikpapan membagikan sebanyak 1.500 bendera Merah Putih secara gratis. Mulai dari mobil pribadi hingga pengendara motor ojek online, semua yang melintas di jalan tersebut berkesempatan untuk mendapatkan bendera sebagai simbol negara.
“Meskipun kita memiliki perbedaan suku, budaya, atau daerah asal, kita semua berasal dari Ibu Pertiwi yang sama, yaitu Indonesia,” ungkap Rahmad Mas’ud sambil menyapa warga sekitar.
Makna Penting Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
Rahmad menyampaikan bahwa Pancasila bukan hanya sekedar teks yang dibacakan saat upacara, melainkan fondasi yang menyatukan perbedaan dalam kehidupan sehari-hari. Ia berharap setiap individu yang melintas di jalan protokol tersebut dapat terus mengingat bahwa keberagaman adalah kekuatan, bukan pemisah. Bendera-bendera yang dibagikan bervariasi, mulai dari yang besar hingga kecil untuk kendaraan bermotor.
Plt Kepala Badan Kesbangpol Balikpapan, Zulkifli, menyoroti antusiasme luar biasa dari masyarakat. Dalam waktu singkat, seluruh stok bendera habis dibagikan ke masyarakat di sepanjang jalan.
“Semua bendera habis diterima oleh masyarakat. Hal ini merupakan bagian dari upaya BPIP untuk menguatkan implementasi nilai-nilai Pancasila secara nyata,” jelas Zulkifli.





