Monaco GP: Gabriel Bortoleto Mengungkapkan Rasa Sesal Usai Insiden Q1
Dengan defisit kekuatan Audi yang tidak sesulit di Monaco seperti di sirkuit lainnya, akhir pekan Formula 1 ini dianggap sebagai peluang primadona untuk menambah poin Audi yang masih minim, hanya dua poin.
Bortoleto dan Hulkenberg Menampilkan Performa Bagus
Pembalap muda Gabriel Bortoleto dan rekan setim veteran-nya, Nico Hulkenberg, berhasil menyelesaikan ketiga sesi latihan di dalam 10 besar untuk menggoda kemungkinan hasil yang lebih baik di sesi kualifikasi dan lomba nanti.
Namun, setelah melaju kencang dan berhasil mendapat poin untuk Q2, Bortoleto menyenggol pembatas di Nouvelle Chicane dengan sedikit miring di Q1, yang menyebabkan mobilnya rusak dan membuat sesi kualifikasi dihentikan.
Kesalahan Berakibat Pada Hasil
Bortoleto menyayangkan insiden kecil tersebut yang berujung pada pensiun dini dirinya. Meskipun demikian, dia menyalahkan dirinya sendiri atas kejadian tersebut dan menegaskan tidak ada alasan bagi risiko yang diambilnya.
Meskipun begitu, Audi membenarkan bahwa Bortoleto bisa mendekati 10 besar dan mendapat peluang bagus untuk meraih poin di lomba Minggu. Kesadaran itu semakin memperparah rasa frustasi Bortoleto terhadap kesalahannya di kualifikasi.
“Pace-nya ada,” ujarnya. “Namun, kecewa mengetahui Anda sebenarnya dapat berjuang untuk poin. Monaco adalah lintasan spesial bagi kami, jadi saya benar-benar ingin memberikan hasil terbaik untuk tim.”
“Saya merasa sulit untuk melanjutkan karena saya melihat seberapa keras mereka bekerja. Saya selalu sangat kritis terhadap diri sendiri, karena saya juga kritis terhadap mereka ketika tidak berjalan dengan baik.”
“Sayang sekali saya tidak bisa memberikan yang tim layak dapat.” kata Bortoleto.
Sumber: Motorsport.com





