Inflasi Kaltim Naik 3,20%, Samarinda Jadi Kota Termahal

by -58 Views

Inflasi Kaltim Meroket di Pertengahan Tahun 2026

Dompet para warga Kalimantan Timur (Kaltim) sepertinya akan terus terkuras lebih dalam, mengingat lonjakan inflasi yang terjadi di kawasan tersebut. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, tingkat inflasi tahunan mencapai 3,20 persen, Juni 2026. Angka ini mengalami kenaikan dari bulan sebelumnya yang berada di angka 3,04 persen. Indeks Harga Konsumen (IHK) di Kaltim pun kini telah mencapai 112,39, menunjukkan tekanan ekonomi yang masih terus menghantui masyarakat.

Inflasi Tidak Merata di Kaltim

Selain itu, data BPS juga mencatat bahwa tekanan ekonomi ini tidak merata di empat kabupaten dan kota di Kaltim. Samarinda, sebagai salah satu kota terbesar di provinsi ini, mencatat angka inflasi tertinggi hingga 3,53 persen. Sedangkan kota lainnya seperti Berau, Penajam Paser Utara, dan Balikpapan masing-masing memiliki tingkat inflasi 3,35 persen, 2,96 persen, dan 2,80 persen.

Meskipun Balikpapan memiliki angka inflasi terendah, namun kenaikan harga sebesar 2,80 persen tetap memberikan sinyal bahwa daya beli masyarakat di kota tersebut juga tergerus.

Sektor Perawatan Pribadi dan Transportasi Membombardir

Tren inflasi di Kaltim kali ini cukup mengejutkan, di mana kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami lonjakan harga sebesar 10,49 persen. Diikuti oleh sektor transportasi dengan kenaikan harga mencapai 7,10 persen, yang diduga merupakan imbas dari kenaikan tarif angkutan dan logistik, turut memengaruhi harga barang di pasaran.

Sementara itu, sektor makanan, minuman, dan tembakau menempati urutan ketiga dengan kenaikan sebesar 3,67 persen, diikuti oleh sektor kesehatan sebesar 2,19 persen, serta sektor restoran dan penyedia makanan sebesar 1,61 persen.

Selain itu, hampir seluruh aspek kehidupan di Kaltim mengalami kenaikan harga. Mulai dari pendidikan, pakaian, hingga tagihan air dan listrik rumah tangga juga ikut merangkak naik.

Di tengah laju kenaikan harga tersebut, terdapat satu sektor yang justru mengalami deflasi, yaitu kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,54 persen, menunjukkan adanya penurunan belanja hiburan dari warga.

Secara keseluruhan, Kaltim mencatat inflasi sebesar 0,70 persen dari bulan ke bulan pada Juni 2026, dengan inflasi tahun kalender mencapai 2,36 persen.

Source link