Festival Sekerat Nusantara V: Ritual Mengulur Naga Menegaskan Identitas Kutim

by -65 Views

Desa Sekerat di Kecamatan Bengalon dihadiri ribuan warga pada penutupan Festival Sekerat Nusantara V. Acara ini mencerminkan keberlangsungan tradisi leluhur yang masih dijaga dengan baik oleh masyarakat setempat.

Suasana Meriah Festival Sekerat Nusantara V

Festival ini bukan hanya ajang hiburan semata, tetapi juga sebagai wadah mempererat hubungan antarbudaya, kebersamaan, dan komitmen mempertahankan identitas Kutai Timur di tengah pesatnya pembangunan daerah tersebut.

Rangkaian kegiatan selama tujuh hari menawarkan berbagai aktivitas budaya dan ekonomi masyarakat, mulai dari bazar UMKM, permainan tradisional, lomba menyumpit, hingga pertunjukan seni budaya. Prosesi adat mengulur naga menjadi puncak acara yang sangat dinantikan.

Masyarakat Desa Sekerat turut aktif dalam menyelenggarakan festival ini, dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, aparat keamanan, sponsor, tokoh adat, dan seluruh elemen masyarakat setempat.

Preservasi Budaya dan Kearifan Lokal

Pangeran Hario Noto Negoro yang mewakili Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura menyampaikan penghargaan kepada masyarakat Desa Sekerat yang tetap mempertahankan tradisi leluhur. Ia menekankan pentingnya nilai budaya sebagai pondasi dalam menjaga harmoni masyarakat dan mengarahkan pembangunan secara positif.

Makna filosofis dari prosesi mengulur naga mengandung nilai-nilai adat, adab, berbudaya, dan beragama, yang menjadi pedoman utama dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Ini juga sejalan dengan rencana pelaksanaan Erau di Tenggarong dan Erau Tijak Tanah di Kutai Timur ke depannya.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan pentingnya pelestarian identitas budaya daerah, termasuk melalui prosesi mengulur naga yang sudah menjadi bagian dari kekayaan adat Kutai. Ia berharap semakin banyak desa di wilayah tersebut yang menjaga dan merayakan warisan nenek moyang.

Dukungan pemerintah dalam memperkuat lembaga adat lokal juga dianggap krusial untuk memastikan nilai budaya tetap terjaga di tengah arus modernisasi. Hal ini sejalan dengan upaya pelestarian kawasan Sangkulirang-Mangkalihat sebagai kawasan bersejarah dan berbudaya.

Source link