Tampar Trump, Tanggapan Warga AS Terhadap Perang Iran

by -57 Views

Dukungan Publik AS Terhadap Perang Iran Terus Merosot

Jakarta, CNBC Indonesia – Dukungan publik Amerika Serikat (AS) terhadap perang melawan Iran terus merosot. Jajak pendapat terbaru Reuters/Ipsos menunjukkan hanya sepertiga warga AS yang masih mendukung konflik tersebut, sementara mayoritas menilai Presiden Donald Trump gagal menjelaskan tujuan keterlibatan militer Washington.

Survei yang dilakukan pada Jumat hingga Minggu (26/7/2026) itu mencatat dukungan terhadap perang Iran berada di level terendah sejak fase awal konflik yang telah berlangsung selama lima bulan. Adapun survei ini dilakukan secara daring di seluruh wilayah AS terhadap 1.246 orang dewasa dan memiliki margin of error sekitar 3 poin persentase.

Hasil survei menunjukkan 69% warga AS, termasuk empat dari setiap 10 pemilih Partai Republik, menilai Trump belum menjelaskan secara jelas alasan dan sasaran keterlibatan militer AS di Iran.

Angka Dukungan Terhadap Perang Tak Pernah Tembus 40%

Reuters mencatat tingkat dukungan terhadap perang Iran tidak pernah menembus 40% sejak AS dan Israel melancarkan serangan pada 28 Februari lalu. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan dukungan publik terhadap konflik-konflik besar sebelumnya. Pada bulan-bulan awal Perang Irak yang berlangsung pada 2003-2011, sekitar 70% warga AS mendukung operasi militer tersebut. Sementara pada awal Perang Afghanistan yang berlangsung selama dua dekade sejak 2001 hingga 2021, sekitar 90% warga AS mendukung perang, berdasarkan data Gallup.

Rentetan Alasan dan Dampak Terkait Perang Iran

Penolakan publik terhadap perang mulai menjadi beban politik bagi Trump dan Partai Republik menjelang pemilu sela Kongres pada November mendatang. Dalam pemilu tersebut, sekutu Trump akan mempertahankan mayoritas tipis mereka di Kongres AS. Salah satu suara kritis datang dari Alex Womack, pensiunan teknisi perbaikan turbin dari Stockbridge, Georgia.

Hingga saat ini, sebanyak 18 tentara AS dilaporkan tewas dalam konflik tersebut. Di sisi lain, ribuan orang telah meninggal di Iran maupun Lebanon, tempat kelompok-kelompok sekutu Iran terlibat pertempuran melawan pasukan Israel.

Perang juga memukul kondisi ekonomi masyarakat AS melalui lonjakan harga bahan bakar. Harga bensin nasional kini rata-rata berada sedikit di atas US$4 per galon, naik dari sekitar US$3 per galon sebelum perang dimulai pada 28 Februari.

Sikap Pemilih Independen dan Janji Trump

Survei Reuters/Ipsos juga menemukan bahwa pemilih independen yang terdaftar kini lebih condong mendukung kandidat Kongres dari Partai Demokrat dibanding Republik. Sebanyak 36% pemilih independen memilih kandidat Demokrat, sementara hanya 20% yang memilih kandidat Republik. Kelompok pemilih independen juga lebih mempercayai Demokrat dibanding Republik dalam urusan kebijakan ekonomi.

Saat berkampanye pada Pilpres 2024, Trump berulang kali berjanji akan menjauhkan AS dari konflik berkepanjangan di luar negeri. Pada awal perang, ia memperkirakan konflik Iran hanya akan berlangsung empat hingga lima minggu. Namun hingga kini perang masih berlanjut tanpa tanda-tanda berakhir.

Source link