Perlombaan Senjata Pemusnah Massal: Ancaman Kiamat Nuklir

by -57 Views

Krisis Keamanan Global Mereda: Perlombaan Nuklir dan Konsekuensinya

Jakarta, CNBC Indonesia – Selama puluhan tahun, negara-negara sekutu Barat di seluruh dunia berlindung dengan nyaman di bawah payung nuklir Amerika Serikat (AS). Namun, keyakinan bahwa mereka tidak membutuhkan senjata pemusnah massal sendiri kini menguap dengan cepat akibat kebijakan baru dari Presiden AS, Donald Trump.

Mengutip CNBC International, Rabu (19/8/2026), memudarnya payung perlindungan tersebut terjadi setelah Strategi Pertahanan Nasional terbaru untuk tahun 2026 yang dirilis Donald menghapus penyebutan eksplisit mengenai perluasan pencegahan ancaman. Pemerintahan Donald kini justru mendesak sekutunya untuk menghabiskan lebih banyak uang mereka sendiri demi membiayai sistem pertahanannya.

Pertimbangan Kembali Senjata Nuklir: Tantangan Bagi Sekutu AS

Perubahan drastis ini mendorong lebih banyak pemerintah untuk mempertimbangkan kembali apakah mereka perlu memperoleh senjata nuklir secara mandiri. Para sekutu kini hampir secara universal memandang Washington menjadi pihak yang tidak terlibat dan tidak dapat diandalkan. Berbagai rasa otonomi strategis mulai bermunculan, menurut peneliti senior di Program Kebijakan Nuklir Carnegie Endowment for International Peace, Ankit Panda.

Baru-baru ini, Donald memerintahkan pengurangan latihan militer gabungan dengan sekutunya, Korea Selatan dan membuka pembicaraan pengayaan energi damai di Korea Selatan. Di Eropa, terjadi peningkatan hulu ledak nuklir di Prancis dan rencana ekspansi perlindungan nuklir ke negara-negara lain di blok tersebut.

Ancaman dan Risiko Proliferasi Nuklir

Rusia dan AS masih menjadi kekuatan nuklir dominan, dengan kekuasaan atas sebagian besar hulu ledak yang dapat digunakan. Namun, dorongan percepatan negara-negara untuk memiliki senjata nuklir dikhawatirkan akan membalikkan upaya demobilisasi yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Risiko mematikan dari perlombaan senjata nuklir semakin nyata, dengan ketegangan yang meningkat dan potensi eskalasi yang tidak terkontrol. Perlombaan senjata nuklir dapat mengubah tata keamanan global, meningkatkan potensi konflik, dan mengancam perdamaian dunia secara keseluruhan.

Source link