Strategi Purbaya Hadapi Perdagangan Bebas, Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6%

by -56 Views

Menteri Keuangan Ubah Strategi Hadapi Perdagangan Bebas

Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyiapkan pendekatan baru dalam menghadapi era perdagangan bebas (free trade agreement/FTA). Alih-alih hanya melihat dampak negatif terhadap industri dalam negeri, pemerintah akan memetakan sektor-sektor yang masih bisa diselamatkan, didorong, hingga dikembangkan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional hingga minimal 6% pada akhir 2026.

Terobosan dalam Menghadapi Dampak Perdagangan Bebas

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menjelaskan bahwa ada kebutuhan untuk memperbaiki pendekatan terhadap perdagangan bebas. Biasanya, diskusi seputar FTA hanya menyoroti risiko terhadap industri tanah air tanpa melihat peluang yang dapat dimanfaatkan.

Untuk itu, pemerintah akan melakukan analisis mendalam terhadap sektor-sektor industri yang terdampak FTA. Ada tiga kemungkinan nasib industri akibat perdagangan bebas yang harus dipertimbangkan, yaitu harus ditinggalkan, bertahan terbatas, atau mendapat dukungan agar tumbuh kembali.

Pelebaran Peluang Investasi di Sektor Energi

Selain itu, Purbaya juga menyoroti potensi investasi di sektor energi yang dapat menggerakkan ekonomi. Indonesia memiliki peluang untuk menjadi tujuan investasi pusat data di kawasan, namun diperlukan pasokan energi yang memadai untuk mendukung hal ini.

Purbaya juga melihat kesepakatan IEU-CEPA sebagai peluang besar bagi Indonesia, terutama dalam memperluas ekspor ke Eropa. Tren penggunaan energi baru terbarukan di Eropa membuka pintu bagi Indonesia, terutama sektor tekstil dan alas kaki, untuk meningkatkan daya saing ekspornya dengan memanfaatkan energi hijau.

Pemerintah kini fokus pada penemuan sektor-sektor yang memiliki potensi pertumbuhan, menarik investasi baru, serta memperkuat daya saing industri tanah air melalui pendekatan baru ini.

Source link