Trump Meminta Pertemuan dengan Kim Jong Un: Syarat Super Berat

by -46 Views



Donald Trump Ingin Bertemu Kim Jong Un, Tapi Ditolak Pyongyang

Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara terbuka menyatakan keinginannya untuk kembali bertemu dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, pada akhir tahun ini. Namun, tawaran diplomatik tersebut langsung mendapat respons yang sangat dingin dari pihak Pyongyang yang mengisyaratkan persyaratan super ketat, meskipun kedua pemimpin itu disebut-sebut memiliki hubungan pribadi yang luar biasa.

Langkah Berani Donald Trump

Mengutip Reuters, Jumat (21/08/2026), langkah berani Trump ini diawali dengan keputusannya pada awal pekan yang secara mendadak memangkas skala latihan militer gabungan AS dengan Korea Selatan karena dinilai bermusuhan terhadap Korea Utara. Sumber terdekat membeberkan bahwa sang presiden sangat berambisi untuk memulai kembali pembicaraan demi mengamankan kemenangan politik di panggung internasional, di tengah tidak adanya prospek pasti mengenai akhir dari perang enam bulan yang menguras energi di Iran.

Sikap Pyongyang dan Respons Korea Selatan

Pendekatan taktis ini tetap dipaksakan oleh Washington meskipun Pyongyang saat ini diketahui tengah aktif mengirim ribuan pasukan dan peralatan tempur, termasuk rudal, untuk mendukung Rusia dalam perangnya di Ukraina. Korea Selatan, meskipun reseptif terhadap strategi Trump ini, masih meragukan manfaat keamanan dari pengurangan latihan militer gabungan.

Lebih lanjut, Trump dilaporkan berpotensi melakukan perjalanan ke KTT APEC di Shenzhen, China, pada akhir tahun ini. Agenda tersebut diyakini bisa menciptakan peluang pertemuan regional yang nyata jika Korea Utara bersedia menerima keterlibatan baru. Terkait posisi resmi AS, Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS memastikan bahwa Washington tetap membuka pintunya lebar.

Standar Tinggi dari Korea Utara

Peneliti Senior di Stimson Center, Jenny Town, membeberkan bahwa prasyarat yang ditetapkan Pyongyang merupakan standar yang teramat tinggi bagi AS. Syarat tersebut mencakup perubahan besar pada kebijakan AS untuk menghapus seluruh elemen permusuhan, hingga pengakuan mutlak atas status nuklir Korea Utara atau minimal deklarasi resmi bahwa denuklirisasi bukan lagi tujuan utama Washington.

Sejarah mencatat bahwa Trump sebelumnya telah mengadakan serangkaian pertemuan puncak yang bersejarah dengan Jong Un pada 2018 dan 2019. Namun, upaya diplomasi itu kandas berantakan akibat tuntutan sepihak AS agar Pyongyang menyerahkan senjata nuklirnya. Kini, posisi tawar Kim Jong Un jauh lebih kuat.


Source link