Respon Bos Sawit Terhadap Tudingan Kebakaran Hutan-Lahan

by -47 Views

Kebakaran Hutan dan Tudingan Terkait Perkebunan Sawit

Jakarta, CNBC Indonesia – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah, terutama di Kalimantan ramai menjadi sorotan publik. Di tengah situasi tersebut, muncul tudingan di media sosial bahwa kebakaran sengaja dilakukan untuk membuka lahan baru perkebunan sawit.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Eddy Martono membantah anggapan tersebut. Ia menilai perusahaan sawit tidak memiliki alasan untuk menggunakan cara pembakaran dalam membuka lahan karena konsekuensinya sangat berat bagi pelaku usaha.

“Rasanya tidak mungkin perusahaan membuka lahan dengan cara membakar. Kalau ketahuan selain izin dicabut, didenda dan dihukum,” ujar Eddy kepada CNBC Indonesia, Senin (24/8/26).

Praktik Pembakaran dan Pengendalian Karhutla

Di sisi lain, persoalan pembakaran lahan tidak hanya berkaitan dengan aktivitas perusahaan. Eddy menyoroti ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Aturan tersebut memuat pengecualian terkait kearifan lokal masyarakat dalam pembakaran lahan dengan batasan tertentu.

“Yang jadi masalah UU 32 tentang lingkungan hidup untuk kearifan lokal masih diperbolehkan membakar seluas 2 ha per KK,” ujar Eddy.

Kondisi cuaca yang meningkatkan risiko kebakaran membuat praktik pembukaan lahan dengan cara membakar perlu mendapat perhatian lebih. Pengendalian pembakaran menjadi semakin penting ketika lahan berada dalam kondisi rentan terbakar.

Pengetatan Praktik Pembukaan Lahan

Eddy mendorong adanya pengetatan terhadap praktik pembukaan lahan dengan cara membakar selama kondisi karhutla masih menjadi ancaman. Langkah tersebut dinilai perlu untuk mengurangi potensi munculnya sumber api baru di lapangan.

“Jadi sebaiknya di saat kondisi seperti sekarang membuka lahan dengan cara membakar sebaiknya dilarang,” kata Eddy.

Pernyataan tersebut muncul di tengah ramainya perbincangan warganet mengenai penyebab karhutla di Kalimantan. Sejumlah pengguna media sosial bahkan secara terbuka mengaitkan kebakaran dengan aktivitas pembukaan perkebunan sawit.

Source link