Benarkah Tepung Singkong Bisa Memadamkan Api? Ini Faktanya
Jakarta (ANTARA) – Tepung singkong disebut berpotensi menjadi bahan alternatif untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Namun, benarkah tepung berbahan singkong dapat memadamkan api?
Tepung Singkong Bukan Berarti Tepung Dapur Biasa
Pembahasan mengenai bahan tersebut mencuat setelah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan adanya inovasi berbahan tepung ubi atau singkong dalam rapat penanganan karhutla di Sumatera Selatan pada 24 Agustus 2026. Dalam rapat tersebut, bahan berbasis tepung singkong disebut berpotensi membantu mencegah penyebaran api dengan memisahkan unsur-unsur yang mendukung proses pembakaran. Meski demikian, pemerintah masih meminta dilakukan penelitian dan pengujian lebih lanjut untuk mengetahui efektivitasnya.
Ada Penelitian tentang Bahan Berbasis Singkong
Potensi bahan singkong dalam teknologi pemadaman api memang pernah diteliti. Salah satunya melalui penelitian di IPB University pada 2024 mengenai pemanfaatan limbah kulit singkong sebagai bahan komplementer dry chemical powder untuk APAR. Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran bahan tertentu yang mengandung singkong baru efektif dalam memadamkan api.
Mengapa Tepung Singkong Bisa Dikaitkan dengan Pemadaman Api?
Secara umum, pemadaman api dilakukan dengan menghilangkan salah satu atau lebih unsur yang diperlukan untuk mempertahankan pembakaran, seperti panas, oksigen, atau bahan bakar. Dalam inovasi yang sedang dikembangkan pemerintah, bahan berbasis tepung singkong disebut berpotensi membantu memisahkan unsur yang mendukung proses pembakaran. Namun, mekanisme tersebut masih perlu dibuktikan melalui pengujian ilmiah yang lebih luas sebelum dapat diterapkan sebagai metode pemadaman karhutla.
Presiden Prabowo memberikan perhatian terhadap inovasi tersebut setelah menerima laporan mengenai bahan pemadam berbahan ubi atau singkong. Beliau meminta bahan tersebut diproduksi dalam skala besar dan diuji lebih lanjut. Pemerintah pun masih mendorong penelitian dan uji coba lebih besar sebelum inovasi tersebut dapat diterapkan secara luas dalam penanganan karhutla.
Penelitian juga menunjukkan bahwa debu pati singkong dapat mengalami pembakaran dan memiliki risiko ledakan apabila tidak diuji dengan seksama. Oleh karena itu, penting untuk tidak menggunakan tepung singkong sebagai pengganti APAR atau metode pemadam api standar.
Jangan Gunakan Tepung Singkong untuk Memadamkan Kebakaran Rumah
Dalam konteks karhutla, inovasi berbasis singkong masih membutuhkan pengujian lebih lanjut untuk mengetahui efektivitas, keamanan, metode penyebaran, hingga kemampuan bekerja pada kondisi kebakaran yang sebenarnya. Tepung singkong memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bagian dari inovasi bahan pemadam, tetapi belum tepat disebut sebagai pengganti APAR atau air.
Demikianlah, tepung singkong bukanlah bahan pemadam api yang siap digunakan tanpa pengujian lebih lanjut. Penting untuk terus melakukan penelitian dalam mengembangkan inovasi untuk memadamkan karhutla agar hasilnya bisa lebih efektif dan aman.
Sumber: ANTARA News





