Kerugian Negara akibat Banjir Bandang Nepal: Analisis dan Dampak

by -40 Views

Nepal Butuh Dana Rp 70,8 Triliun-88,5 Triliun untuk Pulihkan Bencana

Banjir bandang yang melanda Nepal minggu ini memicu kerugian besar, diperkirakan mencapai US$ 4-5 miliar atau setara dengan Rp 70,8-88,5 triliun, diperlukan untuk membangun infrastruktur kembali.

Menteri Keuangan Nepal, Swarnim Wagle, menyebutkan bahwa perkiraan awal kerugian yang disebabkan oleh bencana tersebut mencakup angka yang tinggi. Diperkirakan pemulihan Nepal dari bencana ini akan membutuhkan dana yang signifikan.

Runtuhnya Gletser Picu Tragedi

Banjir bandang ini dipicu oleh runtuhnya gletser pada hari Rabu, memicu aliran deras batu, es, lumpur, dan puing-puing melalui wilayah sungai pegunungan Himalaya. Selain menelan korban jiwa, bencana ini juga menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur di Nepal dan Tibet, China.

Lebih dari 600 orang dilaporkan tewas akibat bencana ini, sementara 2.000 lainnya masih hilang. Banjir tersebut meratakan beberapa kota di wilayah perbatasan, melumpuhkan jembatan, jalan raya, dan merusak instalasi penting seperti PLTA.

Dampak Ekonomi yang Signifikan

Biaya rekonstruksi Nepal kali ini diprediksi lebih sedikit dibandingkan dengan bencana gempa bumi tahun 2015. Meskipun demikian, dampak ekonomi dari bencana banjir ini tetap signifikan dan akan dirasakan dalam jangka panjang.

Banjir bandang ini tidak hanya menyebabkan kerugian materiil, namun juga mengancam sektor vital Nepal seperti remitansi, pariwisata, dan energi air. Proyek-proyek pembangkit listrik tenaga air yang penting bagi ekonomi negara tersebut terancam akibat bencana ini.

Source link