Puluhan wartawan dari berbagai media di Bontang berpartisipasi dalam tantangan Jelajah Alam saat Media Gathering 2025 yang diselenggarakan oleh Badak LNG. Acara tersebut tak hanya bertujuan untuk silaturahmi, tetapi juga untuk menguji ketangguhan fisik dan kekompakan para jurnalis melalui rute alam yang menantang. Dengan tema “Jelajah Alam”, para peserta diajak untuk menjelajahi hutan kota milik perusahaan dalam delapan kelompok yang berbeda. Rute yang dilalui meliputi jalur datar, tanjakan, dan masuk ke dalam hutan belantara. Di setiap pos, peserta harus menyelesaikan berbagai tantangan seperti kuis, yel-yel, dan permainan kelompok. Meskipun melelahkan, semua peserta berhasil menyelesaikan rute tersebut dan pulang dengan membawa hadiah.
Selain sebagai acara Media Gathering, kegiatan ini juga menjadi momen untuk memperingati Hari Tetesan Perdana LNG Badak yang jatuh setiap 5 Juli, yang menandai tetesan pertama gas dari kilang pada tahun 1977. Direktur Pelaksana & COO Badak LNG, Feri Sulistyo Nugroho, menyampaikan optimisme terhadap masa depan Badak LNG hingga 2040-an berkat potensi pasokan gas dari North Delta Mahakam. Ia juga menekankan pentingnya peran media dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Selain itu, Badak LNG juga menegaskan komitmennya terhadap keselamatan kerja dan lingkungan dengan mencatat lebih dari 130 juta jam kerja aman dan mengelola lahan konservasi seluas 535,84 hektar yang menjadi habitat satwa, termasuk bekantan. Media Gathering ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara media lokal dan industri energi, sebagai bagian dari pembangunan sektor migas. Pimpinan Redaksi Media Kaltim, Agus Susanto, menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi kebijakan Badak LNG yang terbuka terhadap kritik.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa kerja sama antara perusahaan energi dan media bukan hanya terjadi di ruang redaksi, tetapi juga di lapangan yang penuh dengan semangat dan kebersamaan.





