Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menekankan pentingnya memperkuat sektor kerajinan dalam Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) masih berada di tengah dalam data sektor UMKM secara Nasional, namun memiliki potensi besar untuk mengembangkan industri kerajinan. Tito optimis terhadap potensi Kaltim meski masih perlu menghadapi tantangan. Dia menyatakan bahwa Kalimantan Timur memiliki potensi besar untuk berbagai macam produk kerajinan, dan perlu terus ditingkatkan. Jumlah pelaku UMKM di Indonesia mencapai sekitar 66 juta pada tahun 2023, menunjukkan ketergantungan masyarakat Indonesia pada sektor ini, termasuk dalam bidang kerajinan tangan. Potensi tertinggi dalam pengembangan UMKM terutama di sektor kerajinan terdapat di Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, NTB, dan DKI. Tito juga mencatat pertumbuhan kewirausahaan yang identik dengan UMKM, dengan beberapa daerah seperti Maluku, Maluku Utara, Sulawesi Tenggara, dan Riau menunjukkan perkembangan positif. Indonesia memiliki sentra kerajinan yang berkembang pesat seperti di beberapa daerah di Bali, Yogyakarta, Sumatera Utara, Papua, Riau, dan Sulawesi Utara, yang beberapa produknya bahkan berhasil dikenal di pasar internasional. UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian nasional, menyumbang sekitar 60% dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, menunjukkan berbagai peluang dan tantangan dalam pengembangan sektor UMKM di Kalimantan Timur.
Potensi UMKM di Kaltim: Sumbang 60% PDB, Masih Besar!





