Rest Area Samarinda-Bontang KM 59: Fasilitas dan Target Rampung

by -183 Views

Rest area baru yang sedang dibangun di Kilometer 59 jalan poros Samarinda-Bontang, yaitu Odah Bekenyawa, menjadi sorotan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud (Harum). Lokasi strategis rest area ini di Desa Prangat Baru, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara membuat Gubernur Kaltim tertarik untuk memastikan pembangunan selesai tepat waktu. Potensi rest area sebagai sentra UMKM, pusat wisata lokal, dan ruang ibadah juga menjadi perhatian utama Gubernur.

Dalam kunjungannya, Gubernur Kaltim menyoroti kopi luwak khas Prangat Baru yang memiliki aroma dan rasa yang istimewa. Meskipun bukan pecinta kopi, Harum mengaku aroma kopi ini sangat menggoda. Dia berharap rest area Odah Bekenyawa bukan hanya tempat istirahat tetapi juga menawarkan pengalaman budaya lokal dan rasa yang spesial kepada pengunjung.

Rencananya, rest area ini dilengkapi dengan fasilitas lengkap seperti musala, toilet bersih, tempat makan, area parkir luas, camping ground, dan area bermain anak. Gubernur meminta agar pengelolaan rest area dilakukan secara profesional dengan memanfaatkan berbagai sumber dana seperti CSR perusahaan dan PNBP. Target pembangunan Odah Bekenyawa adalah sebelum peringatan HUT ke-80 RI pada 17 Agustus 2025.

Diperkirakan biaya pembangunan rest area mencapai Rp3,5 miliar, dengan sumbangan dana perusahaan yang sudah mencapai Rp1,5 miliar. Konsep bangunan utama rest area ini berupa Lamin Dayak modern yang akan diisi oleh tenant kuliner lokal dan kantor pengelola. Air bersih bagi rest area ini akan dipenuhi dari berbagai sumber, termasuk dengan teknologi penangkap uap air.

Ditambah lagi, Fakultas Ekonomi Universitas Mulawarman akan terlibat langsung dalam manajemen UMKM desa di sekitar rest area selama setahun ke depan. Sebagai harapan baru bagi ekonomi warga, produk lokal, dan pariwisata Kalimantan Timur, Odah Bekenyawa diharapkan menjadi tempat yang mampu menyatu hati dan menarik minat pengunjung dari berbagai penjuru negeri. Bukan hanya sebagai tempat singgah, rest area ini juga diharapkan menjadi simbol baru bagi identitas lokal Kaltim yang berbudaya.

Source link