Program umrah gratis untuk marbot di Bontang, Kalimantan Timur, mendapat sorotan dari Forum Silaturahmi Marbot Masjid (Fosima). Fosima menyampaikan harapannya agar pendataan dan pembagian kuota program ini bisa menjadi lebih baik ke depannya. Sekretaris I Fosima Bontang, Maulana Akbar, menekankan persoalan mekanisme penetapan nama marbot penerima program umrah. Ia menyatakan bahwa data yang diserahkan oleh Fosima tidak sesuai dengan pelaksanaan program sejauh ini, dan berharap agar Pemprov Kaltim lebih mengandalkan data dari daerah seperti Kesra Pemkot Bontang yang terbukti valid. Perlu keluarnya kuota yang proporsional berdasarkan jumlah masjid di setiap kecamatan, sehingga program ini dapat mencapai sasaran yang lebih tepat. Fosima juga menyoroti lambatnya alur informasi terkait program ini dan menekankan pentingnya pemberitahuan resmi dari dinas atau lembaga terkait. Masalah lain yang disoroti adalah terkait marbot yang tidak terwakilkan dengan baik dalam data program ini. Fosima berencana untuk mengajukan audiensi dengan Gubernur Kaltim dan pihak Kesra provinsi untuk mencari solusi yang terbaik agar program umrah marbot ini dapat berjalan dengan baik. Semangat Fosima tetap satu, yaitu untuk mengadvokasi marbot yang merupakan garda terdepan dalam menjaga masjid dan layak untuk dihargai.
Pemprov Kaltim Diminta Perbaiki Data Umrah Marbot





