Setelah meraih kesepakatan terkait kompensasi, Christian Horner, mantan bos dan CEO tim Red Bull F1, resmi meninggalkan organisasi tersebut. Pada bulan lalu, Horner dicopot dari peran sebagai bos tim setelah Grand Prix Inggris dan diberhentikan sebagai direktur berbagai entitas tim di Inggris. Meskipun rinciannya dirahasiakan, kontrak Horner dengan Red Bull seharusnya berlangsung hingga 2030 dan diperkirakan berbelanja antara 70 hingga 100 juta dolar AS. Dalam pernyataan perpisahan, Horner mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi tim Red Bull, namun menyatakan kepuasannya terbesar adalah memimpin individu berbakat dan penuh semangat. CEO Red Bull, Oliver Mintzlaff, menyampaikan terima kasih atas kontribusi Horner dalam membangun Red Bull Racing sebagai tim Formula 1 yang sukses. Selain itu, Horner sekarang diharapkan mengeksplorasi opsi masa depannya di F1, meskipun belum jelas apakah dia akan bergabung dengan tim lain dalam waktu dekat. Sebelumnya, Horner telah dikaitkan dengan tim Alpine dan Ferrari, namun spekulasi mengenai peran barunya masih belum terungkap. Menariknya, meskipun meninggalkan Red Bull, Horner tetap mencalonkan salam sukses untuk masa depan tim Red Bull serta berbagai proyek teknologi terkait.
Horner dan Red Bull F1 Capai Kesepakatan Kompensasi





