Max Verstappen menunjukkan dominasinya di Baku seperti di Monza sebelumnya. Kemenangan ini tidak hanya tentang skill mengemudi, tetapi juga strategi balapan yang matang, menurut bos tim Red Bull, Laurent Mekies. Verstappen memulai balapan dengan ban keras sebagai satu-satunya pembalap top yang melakukannya, karena ia memiliki pemahaman yang jelas tentang bagaimana balapan ini akan berlangsung. Menurut Mekies, strategi ini berkaitan dengan pengalaman di Monza, di mana Red Bull harus membuat pit-stop lebih awal karena kehabisan ban. Keputusan Verstappen untuk memperpanjang masa pakai ban keras di Baku adalah bagian dari strategi yang dibangun dengan cermat untuk menghindari risiko safety car. Meskipun kecepatan Red Bull di Baku terlihat superior, Mekies menyatakan bahwa selisihnya tidak signifikan dengan pesaing terdekat. Sementara itu, kecepatan McLaren sulit diukur karena tim ini tidak menunjukkan performa sebenarnya selama akhir pekan. Keberhasilan Verstappen dalam mengoptimalkan strategi balapan dan keahlian mengemudinya memperlihatkan keunggulan Red Bull di Formula 1.
Verstappen Rencanakan Strategi Untuk Menang di F1 GP Azerbaijan





