Krisis air bersih kembali melanda warga Kampung Kalampang, Pangkep. Selama hampir seminggu terakhir, pasokan air dari PDAM Pangkep terhenti, meninggalkan warga tanpa akses air bersih. Keluhan ini bukan hal baru, sebelumnya warga telah mengalami situasi serupa selama hampir dua pekan sebelum air kembali mengalir untuk dua hari dan kemudian terhenti lagi tanpa pemberitahuan. Kemarahan warga pun muncul, dengan kekecewaan terhadap pelayanan PDAM yang dianggap kurang tanggap. Dengan pasokan air yang tidak stabil, warga terpaksa mencari alternatif lain seperti sumur atau membeli air bersih, yang tentunya menambah beban ekonomi bagi keluarga dengan pendapatan terbatas.
Di sisi lain, Direktur Utama PDAM Pangkep, Akbar, membantah adanya kelalaian dalam masalah ini. Menurutnya, gangguan yang terjadi disebabkan oleh pompa yang sudah tua dan sering mengalami kerusakan. Namun, pihak PDAM sedang berupaya untuk melakukan perbaikan dengan merencanakan pengadaan sembilan pompa baru dalam waktu dekat. Warga sendiri mengharapkan perbaikan yang tidak hanya bersifat sementara, tetapi berkelanjutan agar pasokan air dapat stabil kembali. Dalam hal ini, transparansi mengenai penyebab pasti gangguan distribusi air juga menjadi harapan warga agar masalah ini tidak terulang di masa depan. Semoga dengan upaya yang dilakukan oleh PDAM Pangkep, para warga dapat segera kembali mendapatkan pasokan air bersih yang stabil dan dapat dipercaya.





