Sergio Perez mengungkapkan bahwa Red Bull telah memberikan dukungan dalam bentuk terapi mahal untuk membantunya saat berkompetisi di Formula 1 untuk tim tersebut. Menurut Checo, saat bergabung dengan Red Bull pada tahun 2021, tim memberinya saran untuk melakukan sesi terapi psikologis setelah beberapa balapan awal yang kurang memuaskan. Tim bahkan mengeluarkan biaya sekitar 6.000 pounds atau sekitar Rp135,8 juta untuk pembayaran konsultasi psikolog. Meskipun awalnya terasa sulit dengan tekanan yang ada, Perez berhasil memperbaiki performanya berkat dukungan tim dan sesi terapi yang dia terima.
Performa Perez sempat menurun pada tahun 2024 ketika dia menunggangi mobil RB20 yang kompleks, yang akhirnya mengakibatkan dia keluar dari tim. Namun, setelah absen pada musim 2025, Perez kembali ke F1 tahun ini bersama tim Cadillac baru. Dalam perjalanan kariernya, Checo mengakui bahwa, meski ada kesulitan dan tekanan dari dalam tim, dukungan dari psikolog telah membantunya dalam mempertahankan keseimbangan mental dan performa balapnya.
Saat ini, Sergio Perez, yang akan berusia 36 tahun bulan ini, terus berusaha untuk meraih kesuksesan di dunia balap mobil Formula 1. Semua pengalaman dan perjuangannya selama ini merupakan bagian dari perjalanan seorang pembalap dalam menghadapi tekanan dan ekspektasi dalam dunia olahraga balap internasional. Meskipun tidak selalu mulus, kesetiannya terhadap olahraga ini dan semangat juangnya terus menginspirasi banyak orang dalam dunia balap mobil.





