Pemerintah menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap dilaksanakan selama Ramadan 1447 Hijriah. Meskipun demikian, mekanisme layanan akan disesuaikan guna memastikan program ini tepat sasaran dan sesuai dengan ibadah puasa yang sedang berlangsung. Keputusan ini diambil dalam rapat koordinasi terbatas Kementerian Koordinator Bidang Pangan untuk memperkuat implementasi Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan MBG. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa MBG akan tetap berjalan selama bulan Ramadan. Penyesuaian dilakukan agar peserta didik Muslim dapat menjalankan ibadah puasa dengan lancar sementara kebutuhan gizi tetap terpenuhi. Sekolah di wilayah mayoritas siswanya berpuasa akan menerima makanan kering untuk berbuka, sementara sekolah di daerah non-Muslim akan tetap berjalan seperti biasa. Tidak hanya itu, layanan MBG di pesantren juga akan mengalami perubahan waktu distribusi untuk memastikan makanan dapat langsung dikonsumsi saat berbuka puasa. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan bahwa skema khusus Ramadan ini sudah dipersiapkan di berbagai daerah. Pemerintah menilai keberlanjutan MBG selama Ramadan penting untuk pemenuhan gizi masyarakat dan dampak ekonomi yang signifikan. Data menunjukkan bahwa hingga akhir Januari 2026, lebih dari 60 juta penerima manfaat telah terjangkau oleh program ini di seluruh Indonesia. Program MBG juga memberikan kontribusi besar terhadap tenaga kerja dan ekonomi lokal. Penyesuaian layanan selama Ramadan merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga keberlanjutan program tersebut sambil tetap memperhatikan nilai-nilai keagamaan. Jadi, program MBG tetap memberikan manfaat gizi dan ekonomi yang signifikan, terutama selama bulan Ramadan.
Skema Distribusi Tetap Jalan: MBG Saat Ramadan





