Peringatan Dokter Saat Cium Bayi di Hari Lebaran: Harus Baca Ini!

by -56 Views

Lebaran identik dengan suasana kehangatan keluarga, saling bermaaf-maafan, dan momen menyambut sanak saudara dari berbagai penjuru. Namun, di balik senyum dan pelukan, tersembunyi risiko kesehatan yang mengancam kelompok paling rentan: bayi dan balita. Di tengah meningkatnya Kejadian Luar Biasa (KLB) campak, kebiasaan mencium bayi saat Lebaran kini menjadi perhatian serius para ahli kesehatan anak. Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Piprim Basarah Yanuarso, memberikan peringatan bahwa protokol kesehatan harus dijaga dengan baik terutama di musim Lebaran yang biasanya bertemu banyak orang. Para orang tua harus berhati-hati dalam menjaga bayi dari orang yang tidak dikenal.

Menurut dr. Piprim, meskipun larangan mencium bayi terkesan berlebihan, namun di saat KLB campak sedang mewabah, langkah pencegahan ekstra perlu dilakukan. Hal ini juga ditegaskan oleh Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, yang menyatakan bahwa cara terbaik adalah menghindari kontak fisik dekat dengan bayi dan balita, terutama dalam situasi seperti Lebaran. Enam risiko kesehatan utama yang mengancam bayi dari kontak fisik dekat, seperti mencium, antara lain adalah campak, herpes simplex virus (HSV) tipe 1, cacar air, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), meningitis, dan penurunan sistem kekebalan.

Para ahli kesehatan menyarankan agar orang tua menolak permintaan mencium bayi, meskipun datang dari kerabat dekat. Alternatif yang lebih aman adalah dengan melambaikan tangan, memberikan senyum hangat, atau berbicara dari jarak aman satu meter. Protokol cuci tangan dengan sabun dan air juga menjadi hal yang wajib dilakukan sebelum berinteraksi dengan bayi. Mencintai dan merawat bayi tidak harus melalui ciuman, tetapi lebih kepada keamanan dan kesehatan mereka.

Source link